PBB: Warga Mosul dalam Bahaya Besar

Pasukan Irak mengevakuasi anak Mosul/ AP

IRAK – Koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak, Lise Grande mengatakan bahwa warga sipil Mosul terkena dampak paling parah karena serangan militer terhadap gerilyawan ISIS di Mosul dalam  tahap akhir.

Lise Grande mengecam ISIS karena menggunakan warga sipil untuk melindungi diri dari serangan. Dia mengatakan warga kini  sudah menghadapi kekurangan air dan listrik sehingga saat ini mereka  sangat dalam bahaya.

“Kami tahu bahwa ISIS secara langsung menargetkan warga sipil  karena mereka mencoba melarikan diri, kami tahu bahwa persediaan makanan dan obat-obatan sangat terbatas, kami tahu bahwa ada kekurangan air dan listrik yang parah,” katanya kepada BBC, Minggu (28/5/2017.

“Semua bukti menunjukkan fakta bahwa warga sipil yang terjebak di lingkungan dan distrik ini berada dalam bahaya besar.” tambahnya.

“Ada lebih dari 12.000 orang yang telah dirujuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra kesehatan garis depan ke rumah sakit dan titik stabilisasi trauma. Banyak dari orang-orang ini telah ditembak, banyak di antaranya telah ditembak di belakang,” kata Grande.

Pada hari Sabtu, pasukan Irak mengatakan bahwa mereka telah membuat keuntungan strategis yang signifikan dalam sebuah serangan untuk memaksa militan ISIS keluar dari Mosul barat

Mereka memulai serangan baru untuk merebut kembali Kota Tua Mosul dari tiga arah. Beberapa jam setelah mengumumkan dorongan tersebut, pemerintah mengatakan dua perwira militer tewas dalam bentrokan di lingkungan Shafaa di Sungai Tigris.

Pada hari Minggu, dua perwira militer Irak melaporkan adanya hambatan serius, dimana  militan mengerahkan penembak jitu, pembom mobil bunuh diri dan penyerang bunuh diri dengan berjalan kaki.


Advertisement