
PENGUSAHA atau pihak swasta melalui forum bisnis akan dilibatkan dalam kerjsama dengan pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penghentian praktik perbudakan modern, penyelundupan dan perdagangan manusia.
Strategi untuk mengatasi persoalan tersebut tertuang dalam rekomendasi AAA (acknowledge, act, advance) atau “mengenali, melakukan aksi dan terus maju” yang dihasilkan dalam pertemuan tingkat menteri Bali Process ke-7 di Nusa Dua, Bali, Selasa (7/8).
Rekomendasi memuat tindakan yang perlu dilakukan guna mengokohkan dan menerapkan kebijakan serta kerangka hukum termasuk program jangka panjang guna meningkatkan transparansi rantai pasokan dalam proses produksi, perlakuan terhadap pekerja, sistem perekrutan yang layak serta dukungan bagi korban berbagai bentuk praktik perbudakan modern.
Menlu RI Retno Marsudi dalam pertemuan yang dihadiri 26 pejabat tingkat menteri dari 46 negara dan 10 organisasi internasional tersebut mengemukakan, kemakmuran merupakan kunci untuk mengakhiri berbagai bentuk kejahatan kemanusiaan , sehingga pelibatan pelaku bisnis diharapkan akan ikut membantu pengurangan dan pencegahan praktik kriminalitas tersebut.
“Sektor bisnis berperan penting untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya mengatasi dan mencegah berkembangnya kejahatan kemanusiaan, “ ujarnya, sementara Menlu Australia Julie Bishop menegaskan komitmen pemerintah negaranya bagi penanggulangan kejahatan kemanusiaan dalam kerangka Bali Process. Menurut dia, masa 16 tahun Bali Process merupakan wujud kerjasama RI – Australia serta negara-negara dan pihak lainnya.
Pemimpin Fortescue Metals Group selaku pimpinan bersama (co-chair) Forum Bisnis Australia , Andreay Forest menyebutkan, Asia Pasifik yang dihuni 56 persen penduduk dunia bertanggung jawab terhadap praktek perbudakan modern yang jumlahnya cukup mengejutkan yakni mencapai 24,9 juta laki-laki, perempuan dan anak-anak yang terjerat perbudakan modern atau 62 persen dari total 40,3 juta korban perbudakan secara global.
“Selain menghancurkan martabat puluhan juta manusia, perbudakan juga meredam prospek kemajuan ekonomi,”ujarnya.
Sektor bisnis yang kelangsungan hidup mereka juga tergantung buruh-buruh kecil tentu sangat pantas untuk ikut “cawe-cawe” mengatasi praktik perbudakan modern, penyelundupan dan perdagangan manusia di era now ini. (ns)




