SUMSEL (KBK) – Persaingan tenaga kerja lokal dan asing makin nyata. Kerjaan mereka pun tak lagi sebatas tenaga ahli (skill) atau terampil. Bahkan banyak juga sebagai tenaga bukan terampil alias buruh.
Di OKU misalnya, kini banjir pekerja asing. Rata-rata mereka berasal dari Tiongkok. Jumlahnya mencapai 363 orang. Mereka bekerja di PT Semen Baturaja (SB), Tbk dan PT Bakti Nugraha Yuda (BNY), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Timur.
“Setahu kami pekerja asing itu tersebar di dua perusahaan tersebut. Tapi mayoritas di PTSB, hanya dua di BNY,” ungkap Kepala Disnakertrans OKU, Hakim Makmun.
Humas PT SB, Gili Aprial Braja membenarkan, saat ini pihaknya tengah membangun pabrik PT Semen Baturaja II di Kelurahan Sukajadi, Baturaja Timur. “Yang mengerjakan kontraktor perusahaan BUMN Tiongkok, PT CBMI. Itulah kenapa banyaknya pekerja asing Tiongkok masuk dan dipekerjakan di sana,” ujar dia.
Project Manajer PT CBMI, Mr Zhao Yong Gang mengaku pihaknya sudah ikuti aturan yang berlaku di Indonesia. “Setiap bulan kami melaporkan TKA yang ada. Kami pakai sekitar 300-400 orang,” ujarnya. Banyaknya tenaga asing digunakan karena besarnya proyek yang dikerjakan. “Tapi kami juga gunakakan tenaga lokal,” tambahnya.
Menurut dia, awalnya TKA hanya 300 orang, tapi saat Lebaran lalu banyak tenaga kerja lokal istirahat. “Mei-Juni ada seribu pekerja asing dan lokal di sini. Saat Lebaran tinggal 800 orang, karena kejar target kami tambah pekerja asing,” ungkapnya.
Bupati OKU, H Kuryana Azis mengatakan tenaga asing di OKU tidak pengaruhi tenaga lokal. Itu sejalan berlakunya MEA. “Selama mereka punya izin resmi, kita tidak bisa melarangnya. Namun, jika tidak punya izin atau visanya habis, kita wajib mengusirnya,” ungkapnya.
Dikutip dari Sumeks, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago, menilai kedatangan TKA Tiongkok itu telah di luar kontrol. Karena banyak yang tidak sesuai prasyarat kesepakatan MEA yaitu ASEAN Mutual Recondition Arrangement (MRA) yang menyebut hanya 8 posisi pekerjaan saja yang bisa masuk ke negara lain. Antara lain, insinyur, dokter, praktisi medis, perawat, arsitek, pariwisata, akuntan, dan tenaga kerja survey.





