Pelajar dan Warga Miskin Kebumen Gratis Naik Angkot

Peluncuran angkot gratis di Kebumen/ Fto: Humas Pemkab

KEBUMEN – Mulai hari ini, Rabu (3/11/2016) Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, melakukan uji coba angkutan gratis untuk pelajar dan masyarakat miskin dengan tahapan uji coba selama dua bulan ke depan atau hingga akhir 2016.

Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad di Kebumen, melakukan penyerahan secara simbolik karcis kepada perwakilan pelajar dan warga miskin, serta penempelan stiker bertuliskan “Melayani angkutan gratis” di armada, di acara peluncuran.

Bupati Yahya menjelaskan Program Pelayanan Angkutan Gratis bagi Pelajar Miskin dan Warga Miskin di daerah selatan Jateng itu, bisa mengurangi angka kemiskinan karena biaya mereka untuk transportasi menjadi berkurang.

“Bisa mengurangi beban pengeluaran pelajar dan warga miskin, dan meningkatkan pelayanan angkutan umum,” katanya. dikutip dari Antara.

Untuk itu tidak ada alasan lagi bagi pelajar dari keluarga miskin tidak sekolah karena tidak memiliki ongkos angkutan umum. “Pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat miskin di Kabupaten Kebumen,” katanya.

Ia mengharapkan pendistribusian karcis angkutan gratis harus tepat sasaran supaya program tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerimanya.

“Para camat, kepala desa, dan petugas agar membagikan karcisnya atau kupon sesuai peruntukan sehingga program ini tepat sasaran,” katanya.

Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo Pemkab Kebumen Adhy Widodo mengatakan jatah untuk Kecamatan Rowokele 500 pelajar miskin, Kecamatan Sempor dan Karanggayam, masing-masing 600 pelajar miskin, sedangkan jatah karcis untuk warga miskin di masing-masing kecamatan tersebut 300 orang.

Karcis untuk pelajar tingkat SLTP dan SLTA berwarna kuning dengan pemanfaatannya pada Senin hingga Sabtu mulai pukul 05.00-14.00 WIB dengan asumsi setiap bulan selama 26 hari sekolah.

Karcis untuk warga miskin berwarna hijau dengan pemanfaatan mulai Senin hingga Minggu dengan asumsi sebulan mereka menggunakan layanan itu 15 hari. Karcis berlaku untuk satu kali berangkat dan pulang per hari.

Seorang pelajar penerima karcis layanan angkutan gratis tersebut, Petriana Jihan Puspita, mengaku senang mendapatkan layanan itu. Selama ini, dirinya ke sekolah setiap hari mengeluarkan ongkos transportasi Rp7 ribu.

Advertisement