RUSIA – Seorang pelajar telah menyerang sebuah sekolah kejuruan di semenanjung Rusia, Krimea, dan menewaskan sedikitnya 19 orang sebelum pelaku membunuh dirinya sendiri.
Komite Investigasi Rusia mengatakan rekaman CCTV menunjukkan siswa berumur 18 tahun Vladislav Roslyakov masuk Kerch Polytechnic College dengan senapan pada hari Rabu dan menembaki para siswa.
Sergei Astrankin, direktur pengobatan darurat untuk Krimea, dikutip oleh televisi pemerintah Rusia mengatakan jumlah korban tewas mencapai 19, tidak termasuk pembunuh.
Insiden di Kerch, sebuah kota dengan 147.000 orang, pada awalnya dilaporkan sebagai ledakan gas dan kemungkinan serangan “teroris”. Tetapi komite kemudian mengatakan itu adalah kasus pembunuhan massal.
Anastasia Yenshina, seorang mahasiswa berusia 15 tahun di kampus, mengatakan dia berada di toilet di lantai dasar gedung dengan beberapa teman ketika dia mendengar suara ledakan.
“Saya keluar dan ada debu dan asap, saya tidak mengerti, saya sudah tuli,” katanya kepada kantor berita Reuters.
“Semua orang mulai berlari. Saya melihat seorang gadis terbaring di sana. Ada seorang anak yang ditolong berjalan karena dia tidak bisa bergerak sendiri. Dindingnya berlumuran darah,” paparnya.





