
JAKARTA – Pelaku mutilasi terhadap anak kandungnya sendiri, Mudmainah alias Iin (28), dikenal sangat pendiam dari kecil, berdasarkan keterangan dari kakak kandung pelaku.
Yulia (34), kakak kandung Iin, menceritakan adiknya itu punya perilaku aneh sejak kecil. “Dia itu pendiamnya keterlaluan. Diam banget,” kata Yulia, Senin (3/10/2016).
Bahkan saking pendiamnya, Yulia menambahkan adiknya itu sampai tak punya teman. “Di rumah terus dia itu,” ujarnya.
Setelah peristiwa menggegerkan yang terjadi pada Minggu (2/10/2016) malam tersebut, Iin telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan psikologi.
Selain itu, perempuan yang juga melakukan pemotongan telinga pada anak pertamanya, Kalisa, sudah ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka itu tiba di RS, Senin (3/10/2016) pukul 14.00 WIB.
Istri Aipda Deni Siregar, polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya, itu langsung menjalani pemeriksaan di ruang isolasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Polri.
Petugas keamanan RS Polri, Ridwan, menyebut Iin menjalani pemeriksaan seorang diri tanpa ditemani sang suami.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap jasad bayi Arjuna (1 tahun) yang dibunuh dan dimutilasi di rumah kontrakan di Jalan Jaya 24, RT 04/10 Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan para saksi, sikap Mudmainah atau Iin belakangan ini memang berubah.
“Untuk sementara, kami mendapatkan keterangan bahwa satu minggu ini, sikap Mud lain dari biasanya. Dia merasa ketakutan. Terakhir, dia bertanya ke suaminya ‘kamu nggak takut sama saya ya?,” ungkapnya.
Sementara menurut keterangan tetangga pelaku, Aminah (30), beberapa hari peristiwa tersebut ia beberapa kali mendengar Iin mengeluarkan kata-kata bernada ancaman kepada suaminya Deni.
“Dia (Iin) pernah beberapa kali ngomong ‘kamu berani sama saya?’ ke suaminya,” kata Aminah, dikutip dari Warta Kota.




