Pelayanan Kemanusiaan untuk Manusia Perahu Teluk Jakarta

Aksi Layan Sehat untuk warga korban penggusuran. Foto: MJ/LKC

JAKARTA (KBK)– Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa konsisten memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban penggusuran Kawasan Pasar Ikan, Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Luar Batang, Jakarta Utara.

Ahmad Lukman, Koordinator Respon Darurat Sosial Kemiskinan Dompet Dhuafa di Kantor LPM DD kepada KBK Jumat (22/4/2016), membenarkan bahwa pihaknya sudah turun memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, sejak proses penggusuran dimulai pada Senin (11/4/2016).

Satu jam setelah penggusuran, LPM mulai membagikan makanan dan minuman bagi warga yang terdampak. Saat itu, timnya sempat diprotes warga lantaran disangka staff Pemprov DKI Jakarta yang berniat mengambil hati warga setelah rumahnya rata dengan tanah.

Setelah memberikan penjelasan, akhirnya warga dapat menerima bantuan yang dibagi puluhan relawan LPM Dompet Dhuafa tersebut.

“Kami sampaikan bahwa kami tidak ada kaitannya dengan penggusuran, kami fokus terhadap aksi kemanusiaan untuk warga yang tergusur,” ujar Lukman.

Sepekan pasca penggusuran, LPM Dompet Dhuafa masih melihat, banyak warga yang bertahan di lokasi penggusuran.

Mereka yang bertahan, memilih tinggal di perahu yang hingga kini santer dibicarakan orang sebagai “manusia perahu Teluk Jakarta”.

Kondisi manusia perahu tersebut sangat memprihatinkan, karena tidak ada dapur untuk mereka memasak makanan.

Selain itu, kesehatan mereka sekeluarga terutama anak-anak akibat angin malam dan kotornya air laut.

“Melihat hal itu, tim LPM meningkatkan kapasitas bantuan yang diberikan,” tambah Lukman.

Untuk membantu “Manusia Perahu Teluk Jakarta” ini, terhitung Senin (11/4/2016) LPM Dompet Dhuafa mendirikan dapur umum.

“Hal ini  untuk mempermudah mereka mendapatkan makan pagi dan makan siang,” lanjut Lukman.

Selain dapur umum juga disediakan Posko Kesehatan. Melalui Aksi Layan Sehat (ALS), yang tidak saja menunggu di Posko Kesehatan, Tim ALS juga mendatangi perahu-perahu yang ditiduri warga untuk memeriksa kesehatan mereka.

Dikatakan Lukman, saat ini, kondisi manusia perahu perlahan membaik. Meskipun masalah tempat tinggal mereka masih belum jelas kepastiannya, akan tetapi untuk kebutuhan kesehatan dan pangan mereka untuk sementara sudah terpenuhi.

Dikatakan Lukman, pada Sabtu (23/4/2016) timnya akan mengadakan kegiatan mengaji bagi anak-anak. Program tersebut dilakukan guna mengembalikan aktivitas mengaji anak-anak yang sempat terhenti akibat rumahnya digusur.

Advertisement