Pemaparan Ustadz Wijayanto tentang “Percepatan Rezeki, 7 Keajaiban Rezeki”

JAKARTA – Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat untuk turut memahami bagaimana keberkahan rezeki, melalui kanal daring YouTube DDTV  pada Selasa (26/1/2021).

Dalam acara tersebut Dompet Dhuafa mengundang seorang motivator yang juga penceramah, Ustadz Wijayanto, untuk mengupas diskusi yang bertajuk “Percepatan Rezeki, 7 Keajaiban Rezeki”.

Dengan gaya komedinya, Ustadz Wijayanto memaparkan, penemuan oleh Ibnu Sina masih relevan dengan sekarang bahwa kondisi kesehatan psikis mempengaruhi kesehatan fisik. Kenapa silaturrahmi membawa berkah, Ustadz Wijayanto memiliki pemaparan ilmiah yang biasa ia sampaikan kepada mahasiswa-mahasiswanya sebanyak 8 SKS selama 14 kali pertemuan.

“Ini adalah logika sederhana orang yang silaturahmi dipanjangkan usia. Orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan adalah mereka yang putus silaturahmi,” cetusnya.

Ustadz Wijayanto menjelaskan ada 3 kandungan tentang silaturahmi dan filantropi. Bahwa ibadah sehebat apapun tidak akan sempurna jika muamalah tidak baik. Kebaikan kepada sesama itu lah yang menjadikan ibadah kepada Allah sempurna. Maka, tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi dan menutup berbuat baik kepada orang lain. Yang kedua silaturahmi adalah jalan keberkahan. Yang ketiga silaturahmi memperpanjang usia.

“Rezeki memanglah kertentuan Allah, namun masih bisa diusahakan. Meski sudah dijatah namun rezeki harus tetap dijemput. Selain diikhtiarkan dengan lahir namun juga harus dengan batin. Maka itu, ada doa keberkahan rezeki,” paparnya, dikutip dari dompetdhuafa.org.

Ia kemudian menjelaskan sifat-sifat berkah itu ada lima. Pertama berkah itu adalah ilahiah. Maka sebanyak apapun rezeki tidak akan mendapatkan keberkahan hidup apabla jauh dari Tuhan. Kedua berkah itu tidak bisa dilihat oleh indra namun bisa dirasakan oleh kehidupan, bentuknya termasuk diantaranya adalah kenyamanan dalam bekerja, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah dan seterusnya. Termausk waktu luang untuk berbuat baik. Yang ketiga berkah itu tidak bisa diukur namun bisa dirasakan. Yang keempat inti dari berkah adalah ziyadatulkhoir, itulah berkah rezeki.

Advertisement