
Jakarta, KBKNews.id – Kabar kurang sedap datang dari dunia otomotif tanah air. Pembalap andalan Indonesia yang berlaga di ajang World Supersport (WorldSSP) 2026, Aldi Satya Mahendra, dilaporkan mengalami insiden tabrak lari saat tengah menjalani latihan fisik di Jalan Magelang, Kota Yogyakarta, pada Rabu (18/3/2026).
Niat hati menjaga kebugaran menjelang seri balapan di Eropa, Aldi justru menjadi korban tabrak lari yang mengakibatkan cedera pada tangan kirinya. Insiden ini kian memprihatinkan lantaran sang pembalap sempat terlibat cekcok dan mendapatkan intimidasi dari pengemudi mobil yang menabraknya.
Kronologi: Latihan Fisik yang Berujung Cekcok
Kejadian bermula pada Rabu pagi saat Aldi sedang bersepeda bersama rekannya menuju arah Kaliurang. Ibunda Aldi, Dessy Prasanti, menceritakan kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil tiba-tiba memotong jalur Aldi secara membabi buta dari arah belakang.
“Sepedaan mau ke Kaliurang lewat Jalan Magelang. Aldi belok kiri terus dari belakang ada mobil yang langsung nyelonong kiri nyalip (menyusul) Aldi, Aldi kaget teriak lalu berhenti ngerem mendadak. Lalu keluar (pengemudi) dari mobil terus padu (cekcok),” ungkap Dessy saat memberikan keterangan, Rabu (18/3/2026).
Alih-alih meminta maaf, pengemudi mobil tersebut justru meluapkan amarah kepada Aldi. Menurut Dessy, penabrak tersebut sempat merendahkan posisi pesepeda di jalan raya.
“Orang yang nabrak marah-marah. Bapaknya ngomong mobil bayar pajak kalau sepeda gak bayar apa-apa,” tambahnya.
Aksi Kejar-kejaran dan Ancaman Kekerasan
Setelah adu mulut tersebut, pengemudi mobil langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Aldi dan rekannya tidak tinggal diam dan berusaha mengejar pelaku hingga ke sebuah area nongkrong di sekitar simpang tiga Borobudur Plaza. Namun, situasi justru semakin memanas ketika pelaku memanggil kawan-kawannya untuk mengintimidasi Aldi.
“Sempat dikejar sampai sana berhenti terus teman-temannya dipanggil, mau dipukul sama konblok,” ujar Dessy.
Menyadari keselamatan mereka terancam, Aldi dan rekannya memutuskan untuk segera meninggalkan lokasi dan langsung menuju rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis.
Saat ini, pihak keluarga telah resmi menyeret kasus ini ke jalur hukum. Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengonfirmasi adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah bekerja.
“Yang jelas kita masih pendalaman dulu,” tegas Alvian melalui sambungan telepon.
Nasib Balapan di Spanyol dan Portugal
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi karier Aldi, mengingat jadwal balapannya di tingkat dunia sudah di depan mata. Berdasarkan jadwal, Aldi seharusnya bertolak ke Spanyol pada 25 Maret mendatang, yang kemudian dilanjutkan ke seri Portugal.
Keluarga kini berpacu dengan waktu untuk pemulihan kondisi fisik sang pembalap. Meskipun luka luar diperkirakan bisa membaik dalam waktu singkat, dampak cedera terhadap gerakan motorik Aldi saat memacu motor balap masih menjadi kekhawatiran besar.
“Ya kalau pemulihan kemungkinan 2 minggu bisa, cuma kan kalau untuk luka kan tidak tahu ya nanti bagaimana dengan kegiatan gerakan Aldi apakah mempengaruhi luka atau tidak,” tutur Dessy dengan nada cemas.
Pihak manajemen tim balap juga telah diinformasikan mengenai kondisi darurat ini. Harapan besar kini tertumpu pada proses penyembuhan yang cepat agar Aldi tetap bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Kondisi Aldi harapannya segera pulih bisa balap lagi, karena kan yang ditunggu-tunggu Aldi balapnya itu,” pungkas sang ibu.



