JAKARTA, KBKNEWS.id – Warga Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang terdampak banjir bandang, tetap menunjukkan keteguhan dalam menjalankan kewajiban agama.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, mereka tetap mendatangi Masjid At-Taqwa untuk menunaikan zakat fitrah.
Salah satu warga, Erizal Kotto, mengatakan bahwa situasi sulit pascabencana tidak menghalangi niatnya untuk berzakat. Baginya, zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
“Selain kewajiban, zakat ini juga membantu saudara kita yang kesulitan,” ujarnya, dilansir Antara.
Erizal mengaku tetap menunaikan zakat untuk seluruh anggota keluarganya yang berjumlah delapan orang. Dengan penghasilan sebagai buruh kasar, ia menyisihkan sekitar 20 kilogram beras untuk zakat fitrah keluarganya.
Namun, kondisi pascabencana turut berdampak pada jumlah warga yang berzakat di masjid tersebut. Ketua panitia zakat Masjid At-Taqwa, Henri Tampubolon, menyebutkan terjadi penurunan hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya.
Banyak warga yang kini tidak lagi tinggal di desa karena terdampak banjir dan berpencar ke berbagai tempat.
Meski begitu, sekitar 50 orang masih tercatat menunaikan zakat, baik dalam bentuk beras maupun uang tunai.
Mayoritas memilih beras dengan takaran 2,5 kilogram per orang, sementara sebagian lainnya membayar dalam bentuk uang sebesar Rp40 ribu.
Henri mengaku tetap bersyukur melihat semangat warga yang datang ke masjid di tengah keterbatasan. Seluruh zakat yang terkumpul rencananya akan didistribusikan kepada yang berhak pada Kamis, 19 Maret 2026.





