Pemboman Gereja, Mesir Tetapkan Status Darurat Selama Tiga Bulan

Serangan bom Mesir/ AFP

KAIRO – Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan keadaan tiga bulan darurat setelah adanya tragedi pengeboman di dua gereja  oleh ISIS yang menewaskan puluhan pada hari Minggu (9/4/2017).

Serangan tersebut merupakan serangan paling mematikan di kaum  minoritas.  Sisi menyatakan tiga bulan dalam keadaan darurat, dalam sebuah pidatonya dimana ia juga  memperingatkan bahwa perang melawan teroris akan lama dan menyakitkan, seperti dilaporkan AFP.

ISIS mengklaim dua pembom bunuh diri Mesir melakukan kedua serangan dan mengancam serangan lebih lanjut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di media sosial.

Setelah pemboman, Sisi memerintahkan penyebaran militer untuk menjaga infrastruktur yang vital dan penting.

Televisi negara melaporkan bahwa menteri dalam negeri memecat kepala provinsi keamanan dan menggantinya setelah serangan itu.

Advertisement