Pemerintah Gaza: 90 % Pemukiman di Rafah Dihancurkan Israel

Kerusakan di Rafah akibat serangan Israel pada 9 Februari 2024/ foto: AFP

RAFAH – Kantor media pemerintah Gaza mengatakan tentara Israel telah menghancurkan 90% permukiman di kota Rafah, Gaza selatan, sejak Oktober 2023.

Disebutkan juga tentara Israel telah menghancurkan area seluas 12.000 meter persegi di Rafah, mengubah kota itu menjadi apa yang disebutnya salah satu contoh genosida dan pembersihan etnis paling mengerikan di zaman modern.

Kantor tersebut mengatakan 85% jaringan pembuangan limbah kota telah hancur, menciptakan kondisi yang cocok untuk wabah penyakit.

Semua 12 pusat medis di Rafah sekarang tidak beroperasi, termasuk Rumah Sakit Abu Youssef al-Najjar, yang diledakkan pasukan Israel menggunakan robot peledak dalam serangan mematikannya di Gaza, tambahnya.

Serangan Israel juga telah menghancurkan delapan sekolah dan lembaga pendidikan dan merusak parah fasilitas lain yang tersisa di Rafah, kata kantor media tersebut.

Dia menambahkan, lebih dari 100 masjid juga telah hancur atau rusak parah di Rafah.

Rafah membentang sekitar 60 kilometer persegi dan dihuni sekitar 300.000 orang. Wilayah ini mencakup sekitar 16% dari total wilayah Gaza.

Kantor media tersebut mengatakan 22 dari 24 sumur air Rafah telah hancur, menyebabkan puluhan ribu orang tidak memiliki air minum bersih.

Kehancuran tersebut mencakup 320 kilometer jalan di Rafah, katanya, dengan peringatan bahwa kota tersebut telah menjadi “tercemar dan tidak layak huni.”

Kantor tersebut menuntut tekanan segera kepada Israel untuk menarik diri dari Rafah, memungkinkan penduduk yang mengungsi untuk kembali, membuka koridor yang aman untuk pengiriman bantuan, dan meluncurkan upaya rekonstruksi di kota yang hancur tersebut.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here