JAKARTA – Kondisi memprihatinkan di Aleppo menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Indonesia yang terus mengikuti berbagai perkembangan di Aleppo, Suriah dan menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera diberikan kepada warga sipil korban gempuran Aleppo.
Keprihatinan tersebut dikatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, “Kita ikuti secara dekat perkembangan di Suriah, Aleppo. Ini sangat memprihatinkan dengan perkembangan yang terjadi, terutama soal memburuknya situasi kemanusiaan di Aleppo,” ujar Menlu Retno.
Ditambahkannya jika gencatan senjata penting dilakukan mengingat banyaknya korban sipil, terutama anak-anak dan wanita. “Kita desak dibukanya akses penuh bantuan kemanusiaan, dapat dibuka secara penuh tanpa hambatan. Kita tahu ada 50 ribu warga di Aleppo yang harus dievakuasi,” sambung dia.
Terkait bantuan yang diberikan, ia mengatakan jika Indonesia sudah memberikan bantuan ke Suriah, khususnya Aleppo dalam bentuk uang dan makanan.
Sementara itu, masih banyak warga negara Indonesia yang bekerja di Suriah. Karenanya, Indonesia masih membuka perwakilan diplomatik di Damaskus.
“Banyak yang bertanya kenapa kita (Indonesia) masih bertahan di Damaskus. Masih banyak warga kita yang ada di Suriah, dan tidak pernah sehari pun saya putus komunikasi dengan Dubes di Damaskus,” ujarnya, seperti dilansir Merdeka.com, Minggu (18/12/2016).





