JAKARTA (KBK)-Oktober ini setahun sudah pemerintahan Presiden Joko Widodo berjalan. Sampai saat ini masalah penyediaan perlindungan bagi kesejahteraan petani di Indonesia belum maksimal.
LSM Aliansi untuk Desa Sejahtera (ADS) menganggap janji yang digembar-gemborkan Jokowi dan Jusuf Kalla saat kampanye mengenai kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan belum berjalan dengan baik.
“Dana asuransi dari pemerintah untuk melindungi keluarga petani yang berjumlah 26 juta orang hanya Rp150 Milyar tahun ini, apakah itu cukup,” kata Koordinator Nasional Aliansi Untuk Desa Sejahtera, Tejo Wahyu Jatmiko saat diskusi Hari Pangan Sedunia di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/10).
Ia menyayangkan kalau dana yang digulirkan dari pemerintah justeru lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur pertanian. Dimana, insfrastruktur tersebut tidak terlalu penting seperti irigasi dan subsidi pupuk.
Sedangkan, disaat petani gagal panen dibeberapa daerah justeru diabaikan pemerintah.”Banyak petani yang gagal panen akibatkemarau panjang, tetapi pemerintah tidak mengganti rugi. Padahal petani sangat bergurna untuk bangsa ini,”pungkasnya.





