TEL AVIV – Israel kemungkinan besar akan menggelar pemilu ulang setelah hasil jajak pendapat di kalangan yudikatif di Israel memutuskan agar parlemen dibubarkan pada Kamis (30/5/2019).
Reuters melaporkan jumlah anggota parlemen yang memilih agar parlemen dibubarkan adalah 75 orang, mengalahkan 45 lainnya, dan jajak pendapat di parlemen dilakukan hanya beberapa menit setelah tenggat waktu yang diberikan untuk Netanyahu habis.
Sampai tiga jam sebelum tenggat waktu, partai Likud mengaku berhasil mengumpulkan 60 tanda tangan. Itu merupakan separuh jumlah dari anggota parlemen. Namun angka itu tetap tak kuat untuk membentuk pemerintahan yang stabil.
Pemilu kedua bagi warga Israel akan digelar 17 September mendatang.
Kegagalan Netanyahu membentuk pemerintahan salah satunya karena ketegangan antara mantan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman dan kelompok Yahudi yang ultra-ortodoks. Lieberman sendiri dikenal sebagai sayap kanan yang sekuler.
Kedua kubu tidak sepakat soal pembebanan para cendekiawan agama muda. Kelompok ortodoks menginginkan mereka dibebaskan dari wajib militer di Israel, namun Lieberman dan mayoritas warga Israel lainnya ingin mereka tetap dibebani tugas yang sama.





