Pemkab Bekasi Minta Tolong PVMBG Kaji Tanah Gerak di Bojongmangu

Ilustrasi rumah rusak akibat tanah gerak/ Foto: mediaindonesia

BEKASI – Fenomena pergerakan tanah yang mengakibatkan permukaan tanah turun atau amblas di wilayah Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam mengkaji penyebab pergerakan tanah tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi meminta bantuan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“BPBD telah melakukan asesmen terkait dampak yang ditimbulkan. Saya juga sudah minta ke tim PVMBG untuk melakukan kajian apakah lokasi-lokasi itu masih bisa digunakan dengan treatment tertentu atau harus direlokasi dan lain sebagainya,” kata Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan, Rabu.

Dani meminta masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak senantiasa waspada sekaligus mengimbau untuk melakukan evakuasi mandiri sementara waktu ke rumah sanak saudara maupun tetangga, sambil menunggu hasil kajian PVMBG.

Dia juga memastikan bantuan kepada warga terdampak segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama proses penanganan, termasuk bagi warga yang akan dievakuasi.

“Kalau sudah dipastikan aman baru kita berikan bantuan untuk perbaikan. Tetapi kalau struktur tanahnya ternyata sudah tidak memungkinkan tentu harus direlokasi,” katanya.

Berdasarkan hasil pendataan BPBD Kabupaten Bekasi, belasan rumah hingga sarana ibadah di Kampung Legok Cariu RT 12 RW 06, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu mengalami kerusakan akibat peristiwa pergerakan tanah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan kejadian itu mengakibatkan lima unit rumah mengalami rusak ringan, tujuh rumah rusak berat, serta empat rumah kontrakan dan satu bangunan musala rusak ringan.

Dia menjelaskan peristiwa pergerakan tanah hingga mengakibatkan longsor turut dipicu kondisi hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Minggu (25/2) malam.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here