MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 29 Mei untuk mempercepat penanganan bencana dan evakuasi warga terdampak.
“Kami sudah memutuskan untuk menetapkan SK tanggap darurat arahan Pak Bupati supaya bisa bergerak cepat menangani bencana banjir ini, dimulai sejak 14 Mei sampai 14 hari ke depan,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahakam Ulu Agus Darmawan, Jumat (17/5/2024).
Agus menjelaskan bahwa banjir yang melanda wilayah tersebut disebabkan oleh curah hujan yang masih tinggi. Air belum surut karena sejumlah kecamatan kembali diterjang banjir susulan.
“Banjir sempat surut dan ternyata sore itu naik lagi. Karena tingkat hujan di Hulu Mahakam itu sangat tinggi, sehingga (terjadi) banjir susulan nih, hampir 70 persen terdampak,” ucapnya.
Dia juga menyebut ketinggian air mencapai atap rumah warga, bahkan satu rumah rakit pelabuhannya hanyut terbawa arus sungai yang deras.
“Rumah mau hanyut ada, kalau rumah rakit iya sudah hanyut karena arus sungai Mahakam memang sangat deras, jadi sangat riskan menggunakan transportasi air, kantor BPBD, beberapa OPD, dan sekolah juga terdampak,” ucap Agus.
BPBD Mahakam Ulu juga telah mendirikan posko pengungsian di gereja di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Namun, lokasi itu belum cukup untuk menampung warga terdampak.
“Sudah ada (pengungsi) ini rumah pengungsi, sudah tidak cukup lagi, kami akan menambah dengan tenda biasa. Di area gereja juga kami akan memasang tenda umum,” tuturnya.
Hingga saat ini belum terinci dampak banjir, baik jumlah warga yang mengungsi maupun rumah yang terdampak, karena pihaknya masih fokus melakukan evakuasi.
“Para staf masih kerepotan mencari tempat. Kemarin buru-buru kita ambil tikar karena kemarin tikar yang kami sediakan itu tidak cukup 50, jadi ambil lagi tikar. Kurang lebih 200 sampai 300 orang (mengungsi), itu satu kampung Ujoh Bilang saja,” ujarnya.





