Pemprov DKI Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

Suhu panas ekstrim sampai 40 derajat C diprakirakan akan melanda Amerika, dratan Eropa da Jepang elama Jli dan Agustus.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah mitigasi menghadapi cuaca panas ekstrem yang melanda ibu kota dalam beberapa pekan terakhir.

“Bapak Gubernur memerintahkan dinas-dinas terkait untuk bertindak cepat dan berbasis data, mulai dari modifikasi cuaca hingga edukasi masyarakat,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut data BMKG, suhu udara di Jakarta pada 16 Oktober 2025 mencapai 35 derajat Celsius, dengan puncak panas diperkirakan berlangsung hingga awal November akibat gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD DKI Jakarta diminta memperluas operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mengatur distribusi hujan dan menekan intensitas panas, bekerja sama dengan BMKG dalam pemantauan cuaca ekstrem.

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kasus terkait panas ekstrem seperti dehidrasi, heatstroke, dan ISPA. Dinkes juga meluncurkan kampanye edukasi agar warga membatasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00–14.00 serta menjaga asupan cairan tubuh.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup akan mempercepat program penanaman pohon, memperkuat sistem drainase, dan memantau pohon rawan tumbang.

Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan komunitas untuk mengimbau pejalan kaki dan pesepeda agar waspada, serta mempercepat pengembangan transportasi ramah lingkungan guna menekan emisi penyebab panas jangka panjang.

“Warga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112 atau aplikasi JAKI,” kata Chico.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here