Pemuda yang Disumpahi

Ilustrasi : Sumpah Pemuda

PDIP kembali berduka, salah satu kader “terbaik”-nya bakal hilang lagi dari Senayan. Dia adalah Indra P. Simatupang (45) anggota DPR RI dari Komisi IX, yang ditangkap polisi Polda Metro Jaya karena jadi tersangka kasus penipuan senilai Rp 96 miliar. Investasi abal-abal bisnis minyak sawit itu dilakukan tahun 2013. Investor hanya beberapa kali diberi keuntungan 10 % dari modal, tapi setelah itu wasalam. Modal susah ditarik, sekali diberi cek…, kosong pula!

Sebelumnya, dua politisi PDIP dari Senayan juga sudah dikandangi KPK. Mereka adalah Damayanti Wisnu Putranti (45) dari Komisi V dan Adriansyah (57) dari Komisi VI. Biasa, mereka terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan), karena kelakuannya seperti anak kecil. Bagaimana tidak,  usianya bukan lagi anak-anak tapi masih doyan disuapin.

Paling tragis sekaligus ironis adalah saat ditangkapnya Indra P. Simatupang. Itu terjadi Kamis tanggal 27 Oktober kemarin, sehari menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda hari ini,  28 Oktober 2016. Ini wakil rakyat cap apa, di hari Sumpah Pemuda malah disumpahi rakyat. Bagaimana rakyat tidak bersumpah serapah? Mereka dipilih rakyat, digaji rakyat, tapi kelakuannya melukai hati rakyat. Jangan-jangan, dana untuk nyaleg tempo hari Indra juga menggunakan uang hasil bolehnya tipu-tipu tersebut.

Bung Karno tahun 1930-an pernah bilang, “Berikan 10 pemuda padaku, akan kugoncang dunia!” Itu benar-benar dibuktikannya. Ada Bung Hatta, ada Sutan Syahrir, ada Sultan HB IX, ada Gatot Mangkupraja, ada WR Soepratman dan lainnya lagi; maka 15 tahun kemudian Indonesia benar-benar merdeka. Dunia pun tergoncang di sidang PBB, karena Republik Indonesia yang kata Belanda sudah habis, ternyata semakin eksis hingga sampailah Penyerahan Kedaulatan 27 Desember 1949.

Sekarang? Lebih dari 10 pemuda yang dipersembahkan oleh Ibu Pertiwi, tapi hasilnya justru: Ibu Pertiwi sedang bersusah hati, air matanya berlinang karena anak mudanya demen menumpuk kekayaan (secara tidak benar)! Indonesia dewasa ini terguncang bukan karena kehebatan para pemuda itu, tapi terguncang ekonominya gara-gara pengaruh praktek korupsi yang membelit mereka.

Al Amin Nasution, M. Nazarudin, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Rudi Rubiandini, Waode Nurhayati, Angelina Sondakh, lalu kini ditambah Damayanti, Budi Supriyanto, Patrice Rio Capella dan  Indra P. Simatupang; adalah sejumlah pemuda dan pemudi yang kini disumpahi rakyat Indonesia. Yang bikin rakyat semakin tak habis pikir, Anas Urbaningrum yang mantan Ketua HMI, kok bisa terjebak urusan risywah (suap). Dia tentunya tahu persis makna hadits Nabi: laknatullah ‘ala rosyi walmurtasyi (HR Ahmad – Al Arba’ah).

Ternyata benar kata orang bijak, dunia pada era gombalisasi ini yang tidak doyan duit hanyalah ayam! Manusianya, khususnya para generasi muda yang di SD-nya dulu sudah tak menerima pelajaran Budi Pekerti, ketika punya kekuasaan banyak yang menganggap bahwa ngunthet-nyathut uang negara itu halalan tayiban wa asyikan.

Pada 14 abad lalu Nabi Muhammad SAW telah memprediksi bahwa: “Akan datang kepada manusia suatu zaman, seseorang tidak peduli lagi dari mana ia mendapatkan hartanya, apakah dari jalan yang halal atau haram.” (HR. al-Bukhari). Manusia-manusia seperti ini merasa, mencari rejeki yang haram saja susah, apa lagi yang halal. Karenanya mereka punya prinsip: selagi muda kaya raya, tua foya-foya, mati nanti masuk surga! (Cantrik Metaram)

Advertisement