Bantuan Siswa Tidak Mampu di Trenggalek Akan Dihapuskan

ilustrasi

TRENGGALEK – Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2017 Trenggalek, bantuan khusus siswa miskin (BKSM) hampir dipastikan bakal dihilangkan.

Pemicunya, penurunan belanja bantuan sosial (bansos) yang direncanakan hanya berkisar Rp 1,9 miliar. Padahal, pada 2016, tercatat jumlah bansos yang mencapai Rp 3,2 miliar atau mengalami penurunan hingga 40,27 persen.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Mugianto menyatakan, penurunan pengajuan RAPBD 2017 itu secara menyeluruh memang berimbas pada belanja bansos.

Penurunan yang mungkin terjadi, menurutnya, terhitung signifikan. “Diakui atau tidak, ini memang juga berimbas pada rencana penganggaran bansos,” ujarnya seperti dilansir JPNN, Jumat 28/10

Menurut dia, dalam bansos, ada beberapa pos yang salah satunya mencakup BKSM. Itu diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK yang kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Namun, pihaknya sampai saat ini tidak mengetahui secara detail bagaimana kelanjutannya. Sebab, status pengelolaan SMA/SMK sudah beralih ke Pemprov Jawa Timur.

“Mungkin ini menjadi salah satu alasan kenapa tidak adanya penganggaran BKSM,” imbuhnya.politikus Partai Demokrat tersebut menambahkan, meski untuk sementara waktu tidak ada rencana penganggaran, dinamika yang ada tidak bisa diprediksi.

Apakah nanti ada pengalihan penerima BKSM untuk jenjang SD dan SMP atau tidak.

Namun, yang terpenting, pihaknya tetap berharap porsi 20 persen APBD untuk pendidikan tetap dijadikan pedoman. Sebab, hal itu merupakan aturan baku dari pemerintah pusat. “Tinggal dilihat nanti pembahasannya seperti apa. Yang jelas, kami tetap berharap hal ini tetap ada,” ungkapnya.

Advertisement