Pemudik Diminta Tertib Berkendara

Berbagai moda transportasi termasuk yang tidak layak, digunakan oleh pemudik agar bisa berkumpul di kampung halaman bersama handai taulan

PENAMBAHAN sejumlah ruas jalan tol baru dan perbaikan jalan arteri lama serta jalur-jalur alternatif lainnya, ditambah lagi masa cuti bersama yang cukup panjang, diharapkan membuat pemudik lebih aman dan nyaman berkendara selama mudik Lebaran.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau, demi menghindari kemacetan, para pemudik diimbau mengatur waktu jadwal mereka, karena dengan libur bersama selama sepuluh hari (11 – 20 Juni) yang ditetapkan pemerintah, pemudik bisa lebih leluasa memilih waktu keberangkatan dan kepulangan kembali.

Selain manajemen lalu-lintas termasuk memilih skenario yang pas sesuai kondisi di lapangan, ketidaktertiban pengendara seperti berhenti di bahu jalan seenaknya, saling serobot atau mengambil jalan milik pengguna dari arah berlawanan selain memperparah kemacetan bahkan bisa meynyebabkan arus lalin stagnan, mencelakakan diri sendiri atau pengendara lain.

Pemudik juga diminta terus memantau kondisi lalu-lintas di ruas jalan yang akan diliwatinya, sehingga bisa menentukan langkah yang tepat antara lewat jalan tol atau menggunakan jalan alternatif yang tersedia.

19,5 juta pemudik
Transportasi jalan raya menjelang dan pasca Lebaran tahun ini diperkirakan akan dijejali 19,5 juta pemudik atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun lalu, 16,68 juta pemudik akan menggunakan jalan darat, 3,72 juta berkendara dengan mobil pribadi (naik 16,69 persen) dan 4,63 juta orang naik bus.

Lonjakan terjadi pada pemudik berkendara sepeda motor yang diperkirakan mencapai 8,33 juta orang atau melonjak 30,44 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.

Puncak arus mudik angkutan jalan raya diperkirakan terjadi di gerbang tol Cikarang Utama menuju Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (9 Juni) atau pada H-6 yang yang bakal dipadati sekitar 112.000 unit kendaraan atau naik 59 persen dari jumlah lalu-lintas normal.
Sedangkan puncak arus mudik di pintu gerbang tol Manyaran, Semarang diprediksi terjadi pada Minggu, 10 Juni atau H-5 dengan prediksi dilintasi 40.229 unit kendaraan atau meningkat 144 persen dari kondisi normal.

Jalan tol membentang dari Jakarta ke Surabaya sepanjang 759 km termasuk ruas jalan baru sepanjang 235 Km yang difungsikan untuk mudik diharapkan akan mempercepat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan mudik melalui jalan darat, sedangan di wilayah Sumatera dioperasikan jalan tol sepanjang 244 Km, termasuk 125 Km ruas jalan baru yang sudah bisa difungsikan menjelang hari H.

Namun demikian, potensi kemacetan lalul intas masih mungkin terjadi di sejumlah titik, baik di ruas jalan tol lama mau pun yang baru dibangun.

Potensi kemacetan antara lain bakal terjadi di ruas jalan tol Jakarta – Cikampek disebabkan penyempitan badan jalan akibat sedang berlangsungnya pembangunan jalan tol layang, sedangkan di pintu keluar tol Pemalang, kendaraan dari jalan tol diperkirakan bakal bertemu dengan arus kendaraan dari kawasan Pantura dan jalan lingkar Pemalang.

Titik-titik kemacetan lama di jalan tol Jakarta – Surabaya terjadi di pintu tol keluar Palimanan, Brebes, Ungaran dan Bawen, sedangkan di ruas jalan pantura Semarang, titik kemacetan diperkirakan di sekitar Krapyak dan Kaligawe yang sering tergenang air.

Satu jalur dengan dua lajur ruas tol Semarang – Batang sepanjang 75 km juga dijadwalkan sudah bisa difungsikan sejak 3 Juni walau para pengemudi diminta hati-hati berkendara karena 57 Km yang sudah dilakukan perkerasan dengan beton.

Titik rawan kemacetan diperkirakan terjadi menjelang jembatan Kali Kuto yang baru bisa difungsikan pada H-2.
Sejumlah fasilitas seperti stasiun pengisian BBM dan toilet portable, mushola, tempat parkir dan tenda istirahat juga disiapkan setiap beberapa km di ruas jalan baru ini.
Sejumlah titik rawan kemacetan lalin di P. Jawa diprediksi di wilayah arat a.l.

Pelabuhan Merak, Cikampek (akibat proyek LRT dan elevated ruas jalan), persimpangan Cikopo, Jomin, Cirebon, Sadang, persimpangan Cileunyi, Nagrek, Pasar Malangbong dan Gentong.
Di wilayah tengah: Pejagan, Simpang Pejagan, Brebes, Jembatan Kalipait (Tegal), Pekalongan, akses Tol Semarang – Ungaran, Ambarawa dan Ciregol, sedangkan di wilayah timur yakni ruas Brondong – Tuban, Babat – Lamongan dan Porong-Sidoarjo.

Khusus di lintas selatan, dari pekerjaan pemasangan lima bentang girder jembatan Kali Lukulo sepanjang 40 meter di desa Ayamputih, Kec. Bulus Pesantren, Kebumen masih tersisa satu lagi dan diharapkan bisa difungsikan pada H-3 Lebaran.

Skenario lalu-lintas.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan PT Jasa Marga di potensi titik-titik kepadatan lalu lintas seperti di gerbang tol Cikampek, Palimanan, Brebes, Gandulan (Pemalang) dan Manyaran (Semarang) dengan menyiapkan beberapa skenario.

Pengalihan arus, contra flow (lajur berlawanan), dan one way lalu lintas searah dan juga pengalihan lalu lintas dari tol ke jalan alternatif atau melakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Guna mengantisiasi kehabisan bahan bakar akibat terjebak kemacetan, PT Pertamina
menyiapkan 60 kios yang menjual BBM dalam kemasan, 16 mobil dispenser dan 200 sepeda motor pengangkut BBM kemasan yang loaksinya tersebar di jalan tol fungsional.

Bagi angkutan laut, yang perlu diwaspadai oleh para operator pelayaran untuk
mengutamakan keslamatan penumpang adalah gelombang tinggi, hujan dan angin kencang yang diprediksi melanda kawasan timur Indonesia seperti di sekitar wilayah Kep. Banda, Kep. Kei, P Buru dan kawasan Seram Timur.

Jadwal mudik dengan angkutan KA dan udara yang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari oleh pemudik sebelumnya kemungkinan tidak banyak persoalan kecuali kemungkinan erupsi Gunung Merapi yang jika terjadi menjelang Lebaran bisa menganggu pemudik dengan destinasi Yogyakarta, Solo dan sekitarnya.

Kewaspadaan terutama keamanan berkendara perlu ditekankan bagi pemudik berkendara sepeda motor yang berjumlah 8,3 juta orang. Selain menyiapkan kendaraan dan fisik sebaik mungkin, diminta tidak memaksakan diri, apalagi untuk jarak jauh dan menggoncengkan anak-anak serta membawa barang bawaan berlebihan

Semoga pemudik terhindar dari musibah di tengah perjalanan dan mengalap berkah bersilaturahim dengan handai taulan di kampung halaman.

Advertisement