RAMALLAH – Pemukim ilegal Israel dilaporkan menghancurkan 47 bangunan pertanian dan rumah pada minggu lalu di wilayah Taybe, sebelah barat Hebron, Tepi Barat bagian selatan, menurut laporan warga Palestina, Sabtu (7/9/2024).
Warga Palestina menemukan kerusakan tersebut ketika mereka kembali ke properti mereka setelah sebelumnya dilarang masuk oleh pasukan Israel sejak awal September, setelah insiden penembakan yang menewaskan tiga petugas polisi di dekat pos pemeriksaan Turmus Ayya.
Salah satu warga yang terdampak, Mohammed Tneina, melaporkan bahwa rumahnya, kebun anggurnya, dan tangki air irigasinya rusak parah akibat pembongkaran tersebut.
“Pemukim ilegal memanfaatkan penutupan jalan oleh militer Israel menuju daerah Taybe untuk melakukan aksi perusakan dan penghancuran ini,” katanya kepada Anadolu.
Ia juga menjelaskan bahwa bangunan yang dirusak sudah memiliki izin dari kotamadya Turmus Ayya, namun pasukan Israel secara rutin melarang petani mengakses tanah mereka.
Tneina menuduh pemukim ilegal dari permukiman Adora dan Tene, yang terletak di sebelah timur Turmus Ayya, sebagai pelaku serangan terhadap para petani.
Menurut Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Palestina, sejak 7 Oktober 2023, pemukim ilegal Israel telah membunuh 19 warga Palestina, melukai lebih dari 785 orang, dan menggusur 28 komunitas Badui.
Pada Mei, organisasi hak asasi manusia Israel, B’Tselem, mengungkapkan bahwa rencana pemerintah Benjamin Netanyahu berupaya mengusir petani dan penggembala Palestina dari tanah mereka di Tepi Barat, dengan bekerja sama dengan pemukim ilegal. Ini dianggap sebagai bagian dari sistem apartheid Israel.
Lebih dari 720.000 pemukim ilegal Israel diperkirakan tinggal di permukiman di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat seiring dengan serangan Israel di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 40.900 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak, sejak 7 Oktober lalu.
Sedikitnya, 691 orang tewas dan lebih dari 5.700 terluka akibat tembakan Israel di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.





