JAKARTA, KBKNEWS.id – Sejumlah pemukim Israel telah melakukan pembakaran terhadap Masjid Hajjah Hamidah di Salfit, Tepi Barat, pada Kamis.
Kementerian Wakaf Palestina mengecam kejadian itu sebagai serangan serius terhadap tempat ibadah dan menyebut para pelaku juga mencoretkan grafiti bernada rasial di dinding masjid.
Foto-foto dari lokasi menunjukkan bagian dalam masjid hangus, puing-puing terbakar berserakan, serta kaca jendela pecah. Tulisan dalam bahasa Ibrani yang menghina Nabi Muhammad tampak di bagian luar bangunan. Salah satu grafiti juga menyebut nama Komandan IDF di Tepi Barat, Avi Bluth, yang sehari sebelumnya mengkritik keras tindakan para pemukim.
Dilansir CNN, Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan pemerintah Israel bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Militer Israel mengonfirmasi adanya serangan dan mengatakan telah mengirim pasukan untuk memeriksa lokasi sebelum menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian. Belum ada tersangka yang diidentifikasi.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina sepanjang tahun. Laporan PBB baru-baru ini mencatat sedikitnya 264 insiden pada Oktober, jumlah tertinggi sejak 2006. Peningkatan itu terutama terjadi selama musim panen zaitun.
Dua hari sebelumnya, puluhan pemukim melakukan pembakaran besar di wilayah Beit Lid, merusak pabrik susu baru serta kendaraan dan tenda komunitas Badui. Rekaman memperlihatkan para pelaku menyiram bensin ke kendaraan sebelum menyalakannya. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Perusahaan Al-Juneidi Dairy menyebut serangan itu upaya menakut-nakuti, namun menegaskan operasi akan tetap berjalan. Warga Badui melaporkan empat orang terluka dan empat domba tewas. Seorang remaja, Nabil Dueis, mengaku ketakutan saat ratusan pemukim menyerbu area tersebut.
Menurut militer Israel, para pemukim juga menyerang tentara dan merusak kendaraan militer. Polisi sempat menahan empat orang, namun tiga kemudian dibebaskan. Otoritas Palestina menyerukan lembaga internasional untuk memastikan pertanggungjawaban atas serangan-serangan tersebut.




