Pemukim Israel Secara Paksa Ambil Alih Rumah Warga Palestina di Hebron

ilustrasi Pemukim Israel ambil alih rumah warga Palestina/ Reuters

HEBRON – Sekitar 100 pemukim Israel secara paksa mengambil alih sebuah rumah warga Palestina di Kota Tua Hebron, meningkatkan ketegangan di kota tersebut di tengah kemarahan yang meluas mengenai pembatasan yang diberlakukan Israel untuk masuk ke Masjid al-Aqsa di Yerusalem.

Para pemukim menggerebek rumah keluarga Abu Rajab, yang terletak di Tepi Barat yang diduduki selatan, pada hari Rabu (26/7/2017).

Aktivis menangkap momen di video dan mengedarkan rekamannya di media sosial.

Issa Amro, direktur kelompok aktivis Pemuda Pelawan Pemuda Hebron, mengatakan bahwa para pemukim mulai memindahkan perabotan mereka pada hari Kamis, tepat di depan polisi [tentara] Israel dan tentara.

Sementara itu LSM Pembela Hak Asasi Manusia memposting sebuah video di Facebook yang menunjukkan tentara mendorong anggota keluarga Abu Rajab saat ratusan pemukim bertepuk tangan.

“Keluarga Abu Rajab telah diserang oleh tentara, polisi dan pemukim, dan mereka sangat terintimidasi,” kata Amro kepada Al Jazeera, menjelaskan bahwa pengambilalihan tersebut terjadi setelah seminggu melakukan serangan pemukim di kota tersebut.

“Kemarin, para pemukim juga menyerang seorang anak Palestina yang sedang berjalan melewatinya, dan mereka melemparkan batu ke sebuah keluarga,” kenang Amro. “Ini sangat umum di Hebron.” tambahnya.

Sekitar 700 orang Yahudi Israel tinggal di pemukiman di jantung Hebron, di mana mereka dijaga oleh ribuan tentara Israel dan polisi.

Sekitar 37.000 warga Palestina tinggal di daerah yang sama dan menahan puluhan pos pemeriksaan militer yang sangat membatasi kebebasan bergerak mereka.

Advertisement