JAKARTA – Nasib 5,9 juta pengungsi yang berada di bawah tanggungjawab badan PBB untuk pengungsi atau UNRWA terancam setelah penangguhan pendanaan oleh negara-negara Barat.
Diketahui Amerika Serikat dan setidaknya 12 sekutunya telah menarik dana untuk UNRWA, menyusul tuduhan Israel bahwa beberapa stafnya terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan 1.200 orang, dan menyebabkan 250 orang lainnya disandera.
Meskipun informasinya masih minim, seorang pejabat Israel mengatakan kepada CNN bahwa Israel berbagi informasi tentang dugaan keterlibatan 12 dari 10.000 staf UNRWA di Gaza dalam serangan tanggal 7 Oktober dengan badan tersebut dan Amerika Serikat.
UNRWA memecat beberapa pegawainya setelah tuduhan tersebut dan meluncurkan penyelidikan, dan berjanji bahwa siapa pun yang terlibat dalam serangan 7 Oktober akan dimintai pertanggungjawaban “termasuk melalui tuntutan pidana” jika terbukti bertanggung jawab.
Namun di luar tuduhan-tuduhan yang terjadi beberapa hari terakhir, Israel memiliki masalah yang sudah berlangsung lama dengan UNRWA, menuduhnya membantu Hamas dan menyerukan agar organisasi tersebut dibubarkan seluruhnya.
Penangguhan pendanaan akan berdampak bagi jutaan warga Palestina yang bergantung pada UNRWA untuk mendapatkan makanan mereka.





