LUMAJANG – Pendaki asal Swiss Lionel Du Creaux (26) yang hilang di puncak Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur hingga kini belum berhasil ditemukan.
“Hingga Sabtu sore masih belum ditemukan pendaki yang hilang (survivor) di gunung tertinggi Pulau Jawa itu, namun upaya pencarian secara maksimal terus dilakukan,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Budi Mulyanto, Sabtu (11/6/2016) sore.
Dilansir tribunnews, menurutnya tim SAR sudah berusaha melakukan pencarian melalui dua jalur yakni dari Ranu Pani dengan fokus pencarian di jurang yang berkedalaman 75 meter (Blank 75) dan jalur Tawon Songo dengan lokasi pencarian di Patok A dan Patok B.
“Jumlah personel SAR yang melakukan pencarian terhadap survivor asal Swiss itu bertambah setiap harinya karena banyak pihak yang membantu melakukan pencarian setelah diumumkan pencarian secara terbuka Open SAR,” tuturnya.
Tercatat hingga Sabtu sudah sebanyak 75 personel yang terjun melakukan pencarian dan jumlah tersebut akan terus bertambah baik dari tim SAR, petugas TNBTS, maupun dari anggota pecinta alam.
Ia menjelaskan jejak sepatu yang sempat ditemukan oleh tim SAR gabungan di Patok B hilang di sekitar tebing yang biasa dikenal dengan sebutan “Blank Merah”, sehingga pencarian terus dilakukan untuk menemukan survivor tersebut.
“Kemungkinan jumlah personel untuk melakukan pencarian akan terus bertambah, namun sesuai dengan prosedur tetap Open SAR akan dilakukan selama tujuh hari sejak ditetapkan pencarian terbuka pada 9 Juni 2016,” katanya menambahkan.





