Penculikan WNI oleh Bajak Laut di Perairan Gabon, Kemlu RI Pastikan Penanganan Intensif

Bajak laut culik 9 dari 12 ABK di Perairan Gabon, Afrika Tengah. (Foto: Ilustrasi bajak laut/pixabay)

Jakarta, KBKNews.id – Kasus pembajakan kapal ikan di perairan Gabon, Afrika Tengah, yang berujung pada penculikan sejumlah anak buah kapal (ABK) kembali menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Dalam insiden tersebut, empat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban penculikan oleh kelompok bajak laut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan langkah-langkah penanganan dan koordinasi telah dilakukan sejak awal kejadian.

Peristiwa pembajakan terjadi pada 11 Januari 2026 terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) yang beroperasi di sekitar tujuh mil laut dari wilayah Ekwata, Gabon. Kapal berbendera Gabon itu diserang saat tengah menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

Kronologi Pembajakan dan Kondisi Awak Kapal

Menurut laporan otoritas Gabon, dari total 12 awak kapal, sembilan orang diculik oleh pelaku pembajakan. Mereka terdiri atas empat WNI dan lima warga negara China. Sementara itu, tiga awak kapal lainnya, termasuk dua WNI, dilaporkan selamat dan tetap berada di atas kapal.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, menyatakan kapal yang sempat dibajak kini telah diamankan dan dikawal aparat keamanan menuju Libreville, ibu kota Gabon. Pemerintah Gabon juga memastikan situasi keamanan maritim berada dalam kendali dan proses penyelidikan resmi telah dimulai oleh kejaksaan setempat.

Respons Kemlu RI dan Peran KBRI Yaounde

Menanggapi insiden tersebut, Kemlu RI melalui Pelindungan WNI (PWNI) menyampaikan pihaknya telah menerima laporan pembajakan dan langsung mengambil langkah koordinatif.

“Kemlu telah mendapatkan informasi bahwa pada tanggal 11 Januari 2026 telah terjadi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 di perairan Ekwata, Gabon. Pelaku pembajakan menculik sembilan awak kapal dari total 12 awak, empat di antaranya adalah WNI,” kata PWNI Kemlu RI dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/12026).

PWNI Kemlu RI juga menjelaskan tiga awak kapal yang tidak diculik, termasuk dua WNI, saat ini berada dalam kondisi aman.

“Tiga awak kapal lainnya, dua di antaranya WNI, dalam kondisi selamat dan tetap berada di kapal yang sama. Saat ini mereka telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju Libreville,” katanya.

Kemlu RI menegaskan sejak menerima informasi awal, KBRI Yaounde langsung berkoordinasi pihak terkait. Di antaranya dengan otoritas setempat, perusahaan atau agen kapal, serta pihak terkait lainnya.

“Koordinasi dilakukan untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik, memperoleh informasi terkini mengenai kondisi kesehatan WNI ABK, serta memastikan hak-hak ketenagakerjaan mereka tetap terpenuhi,” katanya.

Upaya Pengejaran Pelaku dan Pemantauan Berkelanjutan

Hingga saat ini, pasukan Angkatan Laut Gabon masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bajak laut yang melakukan penculikan. Pemerintah Gabon menyatakan komitmennya untuk menindak tegas pelaku demi menjaga keamanan maritim nasional.

Sementara itu, Kemlu RI memastikan proses pemantauan akan terus dilakukan secara intensif.

“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini secara berkelanjutan,” kata lagi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here