BOGOR – Seorang pendaki ilegal beridentitas Miaw Nam alias Hartono (35) ditemukan tewas mengenaskan di lembah Gunung Pangrango, Sabtu (31/12/2016).
Ia ditemukan tewas tepatnya di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut dalam posisi telungkup berjarak sekitar 50 meter dari jalur pendakian normal.
Menurut keterangan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah 1 Cibodas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Ardi Andono, pendaki yang tewas itu tercatat sebagai warga Jalan Gusti Situt Mahmud RT 04/RW 11, Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat. Ia diduga merupakan pendaki ilegal karena tak terdata sebagai pendaki yang masuk secara resmi ke TNGGP.
“Berdasarkan data simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) korban tidak terdata, dan dipastikan masuk secara ilegal pukul 4.30 WIB pada tanggal 26 Desemeber 2016,” kata Ardi.
Korban diketahui tewas setelah adanya laporan dari seorang perempuan bernama Ovina Jenis warga Jalan Rodan Raya RT 03 RW 02, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara bersama dua kerabatnya diantar seorang warga melaporkan kehilangan Hartono ke Resort PTN wilayah Cibodas.
Menurut keluarganya, Hartono korban berangkat pada 26 Desember 2016 pukul 3.30 WIB menuju Cibodas dengan membawa motor matik bernomor polisi B 3744 UJJ dan mengenakan helm warna biru. Motor itu diparkir di warung milik Obiq tanpa ada yang melihat.
“Berdasarkan data yang kami dapatkan itu kami langsung membentuk 3 tim. Tim pertama via Cibodas menuju Gunung Gede Pangrango dan 1 tim via gunung Putri menuju kawah Gunung Gede. Pada Sabtu 31 Desember 2016 pukul 8.00 WIB, tim gunung Pangrango menemukan tas, handuk, celana dalam, jins, baju, dan tenda di lembah Pangrango ketinggian 3.000 mdpl,” jelas Ardi.
Atas temuan awal tersebut, tim kembali bergerak menyusuri sejumlah lokasi yang diindikasikan terdapat korban. “Pada pukul 9.00 WIB ditemukan jenazah korban dalam posisi telungkup berjarak 50 meter dari jalur pendakian normal. Pukul 10.00 WIB, 20 orang tim diberangkatkan untuk mengevakuasi jenazah,” kata Ardi.
Dugaan sementara, korban meninggal karena terserang hipotermia. Selain korban hanya sendirian, saat melakukan pendakian korban tanpa membawa perlengkapan. “Korban pendaki ilegal, ia hanya sendiri, tidak membawa perlengkapan,” tegasnya, dikutip dari PR.





