Penderita Kusta Tinggi, Jatim Canangkan Gerakan Jelita

ilustrasi/ist

MADURA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencanangkan Gerakan Jawa Timur Eliminasi Kusta (Jelita) 2017 karena angka penderita kusta di Jatim dinilai tinggi di Indonesia.

Sepanjang tahun 2015, Jawa Timur menjadi provinsi dengan penderita kusta cukup tinggi di Indonesia, yaitu mencapai 23 persen. Dari jumlah itu, penduduk di Pulau Madura mendominasi penderita kusta di Jawa Timur, yaitu 35 persen.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengatakan, problem penyakit kusta di Jawa Timur harus segera dipecahkan. Apalagi, kata dia, penyakit ini ini sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan umat manusia, yang berdampak pada status sosial dan ekonomi, serta berpengaruh langsung terhadap angka kemiskinan di Jawa Timur.

“Kita ingin semua prevalensi ratenya di bawah 1/10.000 penduduk. Sehingga dibutuhkan kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Karena sebagian masyarakat masih menganggap kusta sebagai penyakit kutukan. Bahkan mengucilkan penderita kusta dan tidak memberikan kesempatan untuk berobat,” jelas Gus Ipul , Rabu (15/3/2017).

Ditambahkannya, penyakit kusta bukan penyakit kutukan. Bukan pula karena sihir, dan juga bukan penyakit keturunan. Penyakit kusta adalah penyakit disebabkan kuman seperti penyakit lainnya. “Oyapita jangan dijauhi karena untuk tertular perlu kontak dengan penderita yang belum diobati dan dalam waktu yang lama secara terus menerus,” imbaunya.

Gus Ipul menjelaskan, program pengendalian penyakit kusta melalui Gerakan Jelita 2017 ini dilakukan melalui strategi score dengan cara sosialisasi tentang penyakit kusta di masyarakat. Kemudian cari orang yang dicurigai mempunyai gejala kusta dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

Lalu obati sesuai dengan regimen WHO yang dapat diperoleh di Puskesmas. Selanjutnya rehabilitasi tentang orang yang pernah terinfeksi kusta (oyapita) membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setelah itu evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan untuk mengetahui tindak lanjut dari permasalahan yang ditemukan.

Masyarakat agar waspada terhadap gejala penyakit kusta dengan mengenali lima tanda di kulit; bercak merah, bercak putih, bercak tidak gatal, bercak tidak sakit, dan tidak sembuh dengan obat biasa. “Jika terdapat tanda-tanda seperti itu, imbau Gus Ipul, segera periksa ke Puskesmas terdekat secara gratis,” jelasnya, diberitakan merdeka.com, Kamis (16/3/2017).

Advertisement