BANDUNG (KBK)—Penembakan terhadap Imam Maulana Akonjee di New York Amerika Serikat (AS) disinyalir karena tindakan rasis kelompok konservatif. Tokoh Muslim AS, Imam Shamsi Ali menilai, insiden ini merupakan bagian dari akibat retorika politik Donald Trump.
“Hal yang saya bisa pastikan sementara adalah bahwa peristiwa kekerasan ini adalah bagian dari akibat retorika politik anti Islam yanh dilancarkan oleh kubu Republikan, khususnya kandidat presiden Donald Trump,” ujarnya seperti diutarakannya dalam status Facebooknya, Ahad (14/8) kemarin.
Shamsi yang saat ini tengah berada di Bandung ini mengatakan, penembakan ini bukanlah yang pertama, tapi sudah kesekian kalinya. Tidak saja terhadap Muslim tapi juga terhadap mereka yang dianggap oposisi kulit putih. Menurutnya, Politik rasisme dan anti Islam yang dilancarkan oleh Donald Trump membawa dampak buruk bahkan berbahaya bagi kehidupan warga Amerika, khususnya Imigran dan muslim.
“Hubungan antar ras, antar etnik dan antar agama menjadi renggang, bahkan cenderung membangun kecurigaan dan kebencian. Apa yang saya sebut “politics of hate” itu kini membawa buah pahit bagi warga Amerika,” jelasnya.
Ketua Nusantara Foundation ini menambahkan, harapan umat Islam Amerika adalah semoga pihak pengamanan melaksanakan tugasnya secara peofesional, menangkap sesegera mungkin pelakunya. “Tapi yang terpenting memberikan perlindungannya kepada semua warga, tanpa memandang bulu, sesuai amanat konstitusi Amerika,” tukasnya.





