Penggalian Terowongan Israel Bisa Timbulkan Kerusakan Fondasi Masjid Al Aqsa

Ilustrasi/Ist

YERUSALEM – Penggalian terowongan Israel di Yerusalem menimbulkan ancaman kerusakan pada kompleks Masjid Al-Aqsa.

“Penggalian Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa telah berjalan lancar dalam 60 tahun terakhir,” kata profesor arkeologi Jamal Amro kepada Anadolu Agency.

“Penggalian, bagaimanapun, telah berada di bawah fondasi kompleks dalam 15 tahun terakhir,” katanya.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat markas Masjid Al-Aqsa terletak, selama Perang Arab-Israel 1967.

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara “abadi dan tidak terbagi” yang diproklamirkan oleh negara Yahudi.

“Sejak 1967, Israel telah melakukan lebih dari 100 penggalian di bawah kota kuno yang diduga untuk drainase air hujan,” tambah Amro.

Dia mengatakan Israel saat ini melakukan 22 penggalian di Yerusalem, empat di antaranya berada di bawah tembok Al-Buraq (barat) dan lima di bawah lingkungan Silwan.

Menurut Amro, kedalaman penggalian Israel di daerah ini mencapai lebih dari 20 meter di bawah tanah.

Akhir Juni, para pejabat Israel membuka sebuah terowongan di bawah lingkungan Silwan di Yerusalem Timur, dengan kehadiran Duta Besar AS untuk Israel David Friedman dan utusan Timur Tengah Jason Greenblatt.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia setelah Mekah dan Madinah. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Kuil Gunung”, mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Advertisement