Penghentian Dana AS akan Tingkatkan Tekad UNRWA Bantu Pengungsi Palestina

ilustrasi/ist

JENEWA – Kepala badan pengungsi Palestina,  UNRWA,  telah menulis sebuah surat terbuka kepada para pengungsi dan staf badan itu, setelah Amerika mengumumkan akan menghentikan bantuan dana.

Komisioner UNRWA Pierre Krahenbuhl mengatakan keputusan Amerika “hanya akan memperkuat tekad kita”.

Ditambahkannya, keputusan tersebut tidak akan mengubah atau menimbulkan dampak pada energi dan semangat yang menjadi landasan pendekatan pihaknya atas peran dan tanggungjawab atas pengungsi Palestina.

Krahenbuhl dalam surat terbukanya mengatakan “tanggungjawab atas pengungsi Palestina, meningkatnya jumlah dan kebutuhan, terjadi semata-mata karena kurangnya niat baik atau ketidakmampuan berbagai pihak dan komunitas internasional untuk mewujudkan penyelesaian konflik yang telah dirundingkan dan resolusi damai atas konflik antara Israel dan Palestina. Upaya untuk menjadikan UNRWA sebagai pihak yang bertanggungjawab melanggengkan krisis ini merupakan hal yang sangat tidak jujur.”

Krahenbuhl mengatakan ini berarti terjadi pengurangan pendapatan sebesar 300 juta dolar yang langsung membuat badan ini menghadapi krisis besar.

Disisi lain, Kepala UNRWA itu juga mengakui penghargaan yang sangat besar kepada lebih dari 25 negara yang telah meningkatkan kontribusi tahunan mereka pada awal tahun ini untuk membantu mempertahankan operasi pihaknya dan berterima kasih mendalam pada 30 donatur yang telah memberikan kontribusi tambahan pada kegiatan utama dan darurat UNRWA tahun ini dan mereka yang telah menandatangani perjanjian pemberian bantuan tahunan yang baru.

Dilansir VOA, ddia mengatakan UNRWA  masih sangat membutuhkan bantuan dan memerlukan lebih dari 200 juta dolar untuk bertahan dari krisis tahun ini.

Palestina dan komunitas internasional pada umumnya menilai UNRWA sebagai badan yang menjadi jaring penyelamat berharga. Namun Israel menilai badan itu secara berbeda.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan UNRWA mendorong tuntutan Palestina yang tidak realistis bahwa para pengungsi memiliki “hak untuk kembali” ke rumah mereka yang sudah lama hilang, dan kini menjadi negara Israel. Netanyahu mengatakan UNRWA seharusnya dibubarkan dan tanggungjawab badan itu diambil-alih oleh badan PBB urusan pengungsi UNHCR.

Advertisement