Pengidap Ensefalitis Jepang Bertambah

Ilustrasi/ Antara

Odisha-Memasuk pertengahan Oktober tahun ini jumlah korban jiwa akibat Ensefalitis Jepang di Negara Bagian Odisha, India Timur, telah mencapai 54 .

Orang tersebut dilaporkan meninggal di Kabupaten Malkangiri, yang didominasi suku, sekitar 650 kilometer di sebelah barat-daya Bhubaneswar, Ibu Kota Odisha.

“Ensefalitis Jepang telah merenggut 54 nyawa di Kabupaten Malkangiri, Odisha, cuma dalam waktu lebih dari satu bulan,” kata beberapa pejabat kesehatan, sebagaimana dikutip Xinhua, Selasa (18/10).

Virus Ensefailitis Jepang (JEV) adalah penyebab paling utama penyakit virus radang otak di Asia. Itu adalah flavivirus yang berkaitan dengan virus demam berdarah, demam kuning, Lembah Nil, dan disebarkan oleh nyamuk.

Pemerintah setempat menunjuk seorang pejabat senior untuk memantau dan mengawasi tindakan untuk memeriksa penyebaran Ensefalitis Jepang.

Para pejabat mengatakan Kepala Menteri Negara Bagian Naveen Patnaik akan mengkaji situasi sebelum mengeluarkan seruan mengenai pilihan untuk memilah babi yang terinfeksi.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk membuat kandang babi di dekat desa yang terpengaruh guna mengucilkan babi yang terinfeksi Ensefailitis Jepang, yang terutama menyebar melalui gigitan nyamuk.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebanyakan penularan JEV adalah demam sedang dan sakit kepala atau tanpa gejala nyata.

Namun penyakit parah akibat JEV ditandai dengan kemunculan cepat demam tinggi, sakit kepala, tegang tengguk, disorientasi, koma, kejang-kejang, kelumpuhan spastik dan akhirnya kematian.

Advertisement