Pengungsi Irak Mogok Makan di Ceko

Ilustrasi: Mogok makan di penjara pengungsi di Ceko. Foto: ist

PRAGUE (KBK) – Sekitar 40 pengungsi di pusat penahanan pengungsi di Republik Ceko, Drahonice, Kamis (12/11/2015) meneruskan upaya mogok makan yang sudah mereka mulai sejak Selasa.

Juru Bicara Polisi setempat, Katerina Rendlova mengatakan, situasi kemarin masih lebih jauh lebih tenang dibandingkan dua hari sebelumnya, beberapa pemogok makan sudah menyusut jumlahnya, sebagian sudah mau menerima makanan dari pemerintah.

Dikatakannya, sebanyak 36 orang tidak datang untuk sarapan pagi dan 31 tidak datang untuk makan siang ke Pusat Tahanan Drahonice, Kamis, (12/11/2015), sementara 38 tidak mengambil makan malam, artinya jumlah yang mogok makan terus menurun.

“Kini pihak berwenang tidak tahu persis berapa banyak orang benar-benar melakukan mogok makan,” kata Rendlova.

Dua hari berturut-turut diadakan pemeriksaan kesehatan untuk para pengungsi, Rabu dan Kamis, dari hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa pemogok makan sudah mulak makan dalam beberapa jam sebelumnya.

Sebelumnya, sekitar 40 pengungsi, sebagian besar dari Irak, mulai mogok makan pada hari Selasa, mereka memprotes penahanan mereka dan rencana pemerintah Republik Ceko akan mendeportasi ke negara asal mereka.

Situasi di Drahonice bertambah tegang pada Rabu malam, ketika dua orang pengungsi menyerang seorang penjaga keamanan hingga terluka.

Bekas penjara di Drahonice berubah menjadi sebuah pusat penahanan untuk imigran ilegal.

Menteri Kehakiman Republik Ceko, Robert Pelikan mengunjungi fasilitas Drahonice Sabtu lalu. Ia mengatakan ia puas dengan kondisi pengungsi di dalamnya.

Advertisement