YUNANI – Para perempuan pengungsi dari Suriah dan Afghanistan di kamp Athena, Yunani, kerap mendapatkan pelecehan seksual, bahkan dari pria yang juga sesama pengungsi.
“Semua ini menjadi hal yang menyulitkan bagi kami perempuan yang berada di pengungsian,” ujar seorang pengungsi dari Suriah bernama Warda, Jumat (5/8/2016), seperti dikutip Reuters.
Menurutnya, banyak pria Afghanistan yang suka melecehkan perempuan muda, tanpa mempedulikan muslim ataupun sudah memiliki suami.
“Yang kami lakukan hanya berdiam diri dan tidak dapat pergi kemanapun, jika sudah ada ancaman kekerasan. Ini benar-benar mengerikan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Amnesti internasional pernah mengatakan jika para pencari suaka perempuan di Eropa sangat rentan kekerasan dan pelecehan seksual. Maret lalu Uni Eropa telah mengeluarkan aturan untuk melindungi para imigran dari berbagai jenis kejahatan seksual, termasuk eksploitasi.
Pemisahan area kamar mandi dan tempat tidur yang terpisah, sesuai dengan saran dari Uni Eropa belum juga terealisasi hingga kini.



