PERTH (KBK) – Lima orang warga Suriah telah menjadi kelompok pengungsi pertama dari 12.000 pengungsi yang direncanakan diterima Australia, dibalik ada rencana pemulangan pendatang ilegal ke daerah asal mereka.
Pasangan dengan tiga anak itu tiba di Perth pada Senin malam (16/11/2015), mereka cepat diterima karena kondisi kesehatan mereka
.
Australia telah menetapkan kebijakan, September 2015, untuk menerima 12.000 pengungsi di tengah tekanan publik atas krisis pengungsi di Eropa.
Pengungsi tersebut diperkirakan akan sampai di Australia menjelang Desember 2015.
Menteri Federal untuk Layanan Sosial, Christian Porter mengatakan, keluarga Suriah yang tiba di Pert itu telah melalui banyak penampungan pengungsi.
“Mereka telah menghabiskan waktu yang sangat lama di kamp-kamp pengungsi akibat konflik Suriah,” ujar juru bicara menteri kepada BBC.
Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan, semua orang menjadi status pengungsi yang diberikan suaka di Australia telah dipilih sebelumnya oleh pihak berwenang dan menghadapi proses penyaringan yang ketat.
Dia menanggapi pertanyaan tentang laporan yang belum dikonfirmasi salah satu orang yang terlibat dalam serangan Paris pada hari Jumat merupakan pengungsi Suriah yang memasuki Eropa.
“Kami berfokus pada orang-orang yang telah dianiaya di Suriah dan Irak, orang-orang yang melarikan diri dari terorisme, dari penganiayaan. Screening dan pengujian kami sangat intens,” katanya.
Ia memastikan, Australia memegang kendali atas seluruh proses. “Ini bukan orang-orang yang datang melalui penyelundupan dan perdagangan manusia yang kita tidak tahu siapa mereka,” ungkapnya mengakhiri.




