
PROGRAM diet atau pengetatan ikat pinggang dilakukan berbagai negara untuk mengatasi dampak Perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Irael belum ketahuan juntrungannya.
Umumnya melakukan efisiens anggaran dengan memangkas alokasi program yang tak masuk dalam skala prioritas, melakukan kerja di rumah (WFH) atau bisa juga menambah utang seperti yang sedang diwawanakan di negeri ini.
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani mengomentari wacana pelebaran defisit di atas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) seperri dilansir Detik.com, Selasa (173).
Menurut dia, batas defisit anggaran maksimal tiga persen sesuai undang-undang sudah ditetapkan oleh pemerintah sejak awal krisis keuangan Asia pada awal 2000.
Shinta menjelaskan, pelebaran defisit berpotensi mendorong peningkatan utang negara. Kondisi tersebut bisa berdampak terhadap persepsi pasar dan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
“Karena kami juga khawatir, bagaimana pun juga  pelebaran defisit  kan berarti bisa ada penambahan utang. Dan penambahan utang nantinya bakal berpengaruh kepada rating Indonesia sendiri. Jadi kita juga harus hati-hati,” kata Shinta saat ditemui di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Oleh karena itu, ia menyatakan dukungan terhadap sikap pemerintah yang berhati-hati dalam menjaga defisit APBN agar tidak melebar.
“Kami mendukung kehati-hatian pemerintah untuk tidak melakukan pelebaran defisit. Kami sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Bapak Presiden, “ tuturnya.
Tidak akan diubah
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN tetap tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Aturan tidak akan diubah kecuali ada kondisi darurat besar seperti pandemi COVID-19, “ kata Prabowo.
Menurut dia, pembatasan defisit dalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri. “Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19,” kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi anggaran akan dilakukan untuk menahan defisit agar tidak melebar di tengah kenaikan harga minyak.
“Ada (pemangkasan belanja), akan didiskusikan nanti berapa, kalau memang harga BBM naik terus kan langkah pertama ya efisiensi,” kata Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Purbaya mengaku dalam seminggu ke depan akan meminta kementerian dan lembaga (K/L) untuk menghitung ulang anggaran yang bisa dipotong.
Dia meminta K/L menunda program-program tambahan sampai waktu yang memungkinkan.
Menko Perekonomian Erlangga Hartarto sendiri memastikan, efisiensi yang aan dilakukan gegara lonjakan harga minyak dan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar akibat imbas perang di Timteng, program unggulan seperti MBG dan Koperasi Merah Putih, tidak akan dipangkas.
Khusus terkait proggram MBG yang menguras APBN dengan alokasi anggaran Rp355 triliun, menurut Hartarto, adalah investasi jangka panjang yang tetap harus diprioritaskan. (Detik.com/NS)




