Pentingnya Pengawasan Orangtua untuk Cegah Penculikan Anak

Pelecehan dan Kekerasan seksual di sekolah bagai fenomena gunung es, perlu perhatian serius pemangku kepentingan di pendidikan. Quo vadis anak-anak kita?

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengingatkan pentingnya peran keluarga untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pendekatan terhadap anak-anak mereka untuk mencegah terjadinya penculikan.

“Kami mendorong orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka, orang tua juga harus lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat mereka bermain di luar rumah,” kata Plt Asisten Deputi Bidang Pelayanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus KemenPPPA Atwirlany Ritonga dalam keterangan, di Jakarta, Senin.

Hal itu penting untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dan menciptakan rasa nyaman bagi mereka agar berani melapor jika ada hal yang mencurigakan.

Baru-baru ini terungkap kasus penculikan anak dengan modus pacaran lewat media sosial. KemenPPPA mengapresiasi kerja cepat Bareskrim Polri yang berhasil menangkap pelaku.

Sebelumnya, seorang anak perempuan berinisial I (15) meninggalkan rumahnya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 25 Mei 2024.

Korban anak diduga kabur bersama AR (26), laki-laki asal Rangkas Bitung, Banten, yang dikenal korban lewat media sosial Facebook. Keluarga korban melaporkan kasus ini ke KemenPPPA pada 29 Mei.

Setelah melalui proses pencarian, tim Siber Bareskrim Polri akhirnya berhasil menemukan korban I pada 15 Juni. Sementara pelaku AR telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here