Penumpang Tidak Panik ketika Pesawat Pesepak Bola Brazil Tabrak Bukit Kolombia

Ilustrasi/ Foto: Herald Sun

RIO DE JANEIRO (KBK) – Penumpang tidak panik di saat-saat sebelum kecelakaan pesawat yang menimpa sebuah tim sepak bola Brasil di Kolombia pekan lalu, menurut salah satu korban yang selamat.

Erwin Tumiri, Pramugari Bolivia, merupakan salah satu dari enam orang yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan penerbangan pesawat charter Lamia yang menabrak bukit di dekat Medellin Senin, pekan lalu.

Tujuh puluh satu orang tewas dalam kecelakaan itu, termasuk 19 pemain dari klub papan atas Brasil, Chapecoense dan semua staf termasuk pelatih nya.

“Kami diberitahu akan ada pendaratan normal,” kata Tumiri kepada Brasil Globo TV dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Ahad, (4/12/2016).

“Saya sedang berbicara dengan [Chapecoense] pelatih [Caio SMP] dan dia mengajarkan saya beberapa kalimat bahasa Portugis. Saya mengatakan kepada semua orang untuk mengenakan sabuk pengaman mereka karena kami akan mendarat,” jelasnya.

“Semua orang kembali ke tempat duduk mereka. Lampu padam dan kemudian pesawat mulai gemetar. Saya berpikir bahwa getaran adalah bagian dari pendaratan normal. Tapi itu tidak. Saya hanya mendengar suara ‘Vroom Vroom’ dan saya tidak ingat apa yang terjadi setelah itu dan kemudian saya sudah terbangun di atas tanah, ” tambahnya.

Tumiri tidak menyalahkan pilot atau perusahaan Lamia, namun menurutnya, seharusnya staf penerbangan memberitahu tentang situasi.

Dikutip dari Xinhua, otoritas Bolivia telah menangguhkan izin operasional Lamia dan Presiden Brazil, Evo Morales telah menjanjikan penyelidikan penuh.

Advertisement