
JAKARTA – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. Prima Almazini Sp.JP, Subsp. Eko (K), FIHA,
menyarankan pencegahan penyakit jantung koroner dimulai sejak usia 35-40 tahun.
Pada usia ini, faktor risiko seperti penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri koroner oleh plak mulai terlihat karena prosesnya telah berlangsung lama.
“Sejak usia muda, sebenarnya sudah terjadi secara bertahap (pembentukan plak) pada dinding-dinding pembuluh darah. Lama-lama semakin menebal dan menimbulkan penyumbatan atau penyempitan di pembuluh darah hingga akhirnya serangan jantung atau henti jantung mendadak pada usia lanjut (56 tahun ke atas),” kata Prima dalam seminar daring dilansir dari Antara.
Plak dapat terbentuk karena beberapa faktor risiko seperti hipertensi (tekanan darah di atas 140/90 mmHg), diabetes melitus (kadar gula darah tinggi), obesitas (indeks massa tubuh lebih dari 25,0), kolesterol tinggi (dislipidemia), dan merokok.
Faktor risiko ini hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin, konsultasi dokter, dan pemeriksaan laboratorium.
Prima juga menyebutkan bahwa penyakit jantung koroner disebut silent killer karena serangan jantung atau henti jantung mendadak sering kali tidak menunjukkan gejala sebelumnya.
“Karena sumbatan yang timbulnya bertahap tadi sudah mencapai puncaknya, artinya aliran darah sudah tidak lagi lancar, nutrisi juga tidak lancar, otot-otot jantung terganggu fungsinya dan itu akan mengakibatkan kerusakan pada tubuh secara keseluruhan,” kata Prima.
Gejala umum yang dirasakan penderita penyakit jantung koroner termasuk nyeri dada yang berat dan terasa terbakar selama lebih dari 20 menit, keringat dingin, lemas, mual, dan pusing.
Pengobatan bisa dilakukan tanpa operasi, misalnya dengan pemberian obat-obatan atau pemasangan ring.
“Terapi pemasangan ring ini hanya ditujukan untuk pengobatan, bukan pencegahan. Karena kalau belum tampak sumbatan atau penyempitan pembuluh darah, bagaimana bisa tahu di area mana plaknya menumpuk,” kata Prima.




