Penyebab Kebakaran Gudang LPG yang Tewaskan 18 Orang di Bali Terungkap

0
112
Foto : Ilustrasi

DENPASAR – Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Bali mengungkap penyebab kebakaran di gudang liquefied petroleum gas (LPG) di Jalan Cargo II, Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar Utara, pada Minggu (9/6/2024), yang menyebabkan 18 orang tewas.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Polisi Ketut Sukadi, mengatakan bahwa hasil penyelidikan dan penyidikan Labfor Polda Bali menunjukkan kebakaran di gudang LPG tersebut berasal dari dinamo starter mobil pikap yang mengeluarkan percikan api dan menyambar gas LPG dari tabung berukuran 50 kilogram.

Sukadi menjelaskan, berdasarkan penyelidikan dan penyidikan serta hasil uji laboratorium, pusat ledakan dan api kebakaran berada di bagian tengah gudang LPG milik CV Bintang Bagus Perkasa.

“Tepatnya pada bagian motor atau dinamo stater mobil pikap, di mana percikan apinya menyambar gas yang keluar dari valve tabung LPG 50 kilogram,” kata Sukadi dalam keterangannya di Denpasar, Minggu (23/6/2024).

Sukadi menambahkan, berdasarkan keterangan saksi dan tersangka Sukojin, mobil tersebut biasanya dikendarai oleh korban bernama Edi. Namun, tidak ada saksi lain yang bisa mengonfirmasi kesaksian tersangka Sukojin tersebut.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Labfor menemukan kunci yang masih terpasang di starter mobil tersebut. Uji laboratorium terhadap dinamo starter menunjukkan bahwa bagian tersebut sudah terbakar.

Api yang berasal dari dinamo starter mobil dengan cepat menyambar gas yang diduga keluar dari valve tabung LPG 50 kilogram yang saat itu tidak tertutup rapat. Setelah 18 orang tewas, polisi belum menemukan adanya indikasi pengoplosan gas di dalam gudang tersebut.

“Terkait masalah pengoplosan sampai saat ini belum ditemukan alat bukti yang yang mendukung dan dari hasil Labfor nihil temuan terkait hal tersebut (pengoplosan),” tuturnya, dilansir dari Antara.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here