BALIKPAPAN – Penyelundupan 800 kilogram daging sapi India atau biasa disebut daging allana, yang masuk ke perbatasan antara Malaysia dengan Indonesia di Tarakan Kalimantan Utara, berhasil diamankan Aparat Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur Komisaris Besar Fajar Setiawan menjelaskan, pengungkapan penyelundupan itu berdasarkan laporan warga yang resah akibat maraknya peredaran daging allana di Tarakan.
Adapun kronologis penangkapan yang terjadi pada Minggu (31/7/2016) adalah saat aparat Satuan Brigadir Mobil Tarakan menghentikan 1 mobil pick-up. Saat dilakukan pemeriksaan, mobil itu bermuatan 800 kilogram daging allana.
Karena sopir tidak bisa menunjukan dokumen resmi jual beli daging yang harus sepengatahuan instasi terkait, yakni dari Kantor Bea Cukai, Karantina Hewan hingga Pemerintah Kota Tarakan, maka mobil pun ikut diamankan, “Kami amankan daging dan mobil yang mengangkutnya sebagai barang bukti,” kata Fajar, Senin, (1/8/2016), dikutip dari tempo.co.
Kini polisi sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni Y Betra dan Irfan yang merupakan warga Tarakan. Para tersangka dan barang bukti masih ditahan di Markas Komando Brimob Tarakan.
Fajar mengungkapkan jika penyelundupan daging allana sudah sering terjadi. Para penyelundup memasukkan daging itu dari Malaysia. Mereka menggunakan “jalur tikus” di wilayah perbatasan antara Malaysia dengan Indonesia. Daging dipasarkan di wilayah Tarakan dan sekitarnya.




