MOSKOW – Penyerangan di sebuah perguruan tinggi di kota Kerch, Crimea, Rusia menewaskan 21 orang.
Otoritas setempat melaporkan, Kamis (18/10/2018), selain serangan senjata tajam dan serangan bom menewaskan 21 orang, lebih dari 50 lainya menderita luk-luka dan 10 diantaranya berada dalam kondisi kritis
Setelah insiden itu pemerintah setempat menetapkan masa berkabung selama tiga hari di Crimea.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan akan menyelidiki penyebab serangan tersebut secara rinci.
Pemerintah berjanji akan membagikan hasil investigasi tersebut kepada publik.
Pelaku penyerangan senjata tajam dan bom tangan fragmentasi itu adalah Vladislav Roslyakov seorang mahasiswa berusia 18 tahun yang berasal dari kota Kerch.
Dilansir Anadolu Agency, hingga kini belum diketahui penyebab serangan tersebut. Roslyakov bunuh diri setelah insiden itu.





