
WAY MULI – Baru saja sampai di Pos Dompet Dhuafa respon bencana tsunami Selat Sunda, Dusun Satu, Desa Way Muli Induk, Rajabasa, Lampung Selatan, dr. Haswan yang bergeser dari Pos Dompet Dhuafa Carita, Banten untuk Selasa (25/12/2018) langsung didatangi 5 pasien.
Mencapai Desa Way Muli, dr. Haswan menyeberang dengan kapal Ferry dari Merak menuju Bakauheni. Di pelabuhan Bakauheni sudah menunggu Tim Respon Dompet Dhuafa Lampung, Juperta Panji yang selanjutnya membawa dr. Haswan menuju Way Muli sekitar 3 jam. Sebelumnya dari Carita menuju Merak, dr. Haswan diantar rekannya dr. Pradipta, Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa.
Menurut Umar Dinul Islam, Kepala Pos Dompet Dhuafa Way Muli, akibat bencana tsunami (22/12/2018) di Way Muli Timur dan Induk 21 orang yang meninggal, yang luka ringan 60 orang dan berat 23 orang.
“Di Pos Medis Dompet Dhuafa Way Muli dari kemarin Senin (24/12/2018) sudah memeriksa dan mengobati 48 orang pasien dengan keluhan luka ringan,” ujar Umar
Sementara yang masih hilang di Way Muli Timur sebanyak 56 Orang. Sedangkan di Way Muli Induk dan Sukaraja tidak ada yang hilang. Di Way Muli memiliki penduduk 175 KK yang menyebar di 4 RT.
“Ada sekitar 116 rumah rusak berat dan ringan di Way Muli Timur dan 49 rumah di Way Muli Induk dari 175 KK. Warga hanya mengungsi ke rumah saudara yang tidak rusak,” jelas Umar.
Selain Dompet Dhuafa, ada juga pos kemanusiaan dari PT. Bukit Asam, PKH, Den Kesyah, BNPB, Kemensos, Basarnas, Dinas Perhubungan Lampung Selatan, Diskominfo Lampung Selatan, Kokam, Satpol-PP, Rapi, Lazis Dewan Dakwah, Rumah Zakat, PT. Kartika Jaya, Nu Peduli, YBM PLN, YBM BRI, BNI, PMI, Pemda Lampung Tengah, Pemda Dinas Mesuji, Banser, TNI, Polri, FPI, Universitas Darmajaya, Janis, Baikers Lampung, DMI Lampung Selatan, Act Lampung.
Untuk saat ini, lanjut Umar, kebutuhan konsumsi relawan dan warga diambil dari dapur umum kemensos yang tidak jauh dari Pos Dompet Dhuafa. .




