YANGON—Perahu yang ditumpangi sekira 60-an warga etnis Rohingya terbalik di lepas pantai Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Akibatnya, 21 orang termasuk sembilan anak meninggal. Insiden ini terjadi pada Selasa (20/4).
Menurut juru bicara kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) di Myanmar, Piere Peron, perahu itu mengangkut penumpang dari sebuah kamp menuju pasar lokal. “Mayoritas penumpang di perahu itu pengungsi dari kamp Sin Tet Maw di Pauktaw Township,” kata Peron dilansir dari Cannel News Asia, Rabu (20/4/2016).
Ia menambahakan, jumlah korban jiwa diperkirakan akan meningkat karena banyak penumpang yang masih belum ditemukan. Seorang kolonel dari kementerian keamanan perbatasan dan urusan negara mengkonfirmasi kecelakaan. Namun menurut mereka korban tewas berjumlah 14 orang.
“Perahu itu tenggelam karena gelombang berat di laut,” ujar pejabat yang namanya enggan disebutkan.
Negara bagian Rakhine di bagian barat Myanmar adalah rumah bagi banyak kamp IDP yang ditempati ribuan etnis Rohingya. Rohingya merupakan minoritas Muslim yang sebagian besar tidak bernegara dalam kondisi seperti apartheid setelah kekerasan komunal di wilayah tersebut pada 2012.
Rakhine secara mendalam terluka oleh kekerasan komunal antara umat Buddha dan Muslim Rohingya yang dimulai pada 2012. Rohingya tidak diakui kewarganegaraannya dan akses mereka ke perwatan kesehatan sangat dibatasi oleh otoritas.
Puluhan ribu orang melarikan diri ke negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Inonesia. Sebuah krisis regional muncul tahun lalu setelah tindakan keras Thailand pada penyelundupan manusia yang meninggalkan yak Rohingya di darat dan di laut. ROL





