Perahu Rusak, Nelayan Terdampak Tsunami Rindu Melaut

PANDEGLANG – Dua nelayan terdampak tsunami Selat Sunda di Sumur, Pandeglang, Anda dan Acep, berkisah mereka dapat selamat dari hantaman tsunami yang melanda pada Sabtu (22/12/2018).

Anda menuturkan, kala tsunami datang dirinya sedang tidak melaut, lantaran pada waktu itu sedang ada pasar malam.

“Kita mah sedang istirahat malam itu. Kebetulan malam itu kan memang malam Minggu. Biasanya hari Sabtu dan Minggu suka ada pasar malam. Makanya kita memutuskan ke sana, buat hiburan gitulah,” ujar Anda.

Namun selepas balik dari pasar malam, mereka melihat ada ombak besar yang datang ke arah lokasi berdiri dan mereka spontan mencari tempat teraman untuk menghindar, yakni menaiki lantai tertinggi sebuah bangunan milik militer.

Beruntung pilihannya tepat, karena bangunan hanya  lantai bawahnya saja yang porak-poranda, namun dindingnya masih kokoh. Itu terbukti lantaran salah satu tim Dompet Dhuafa menanjaki tangga bangunan tersebut, guna mendapatkan gambaran lengkap wilayah terdampak.

Bangunan itulah yang membuat Anda dan Acep selamat. Mereka langsung naik ke lantai tertinggi, berpegangan erat ke bangunan tersebut sambil melafalkan doa-doa.

Meski beruntung masih berkesempatan hidup, namun kapal milik keduanya rusak, dan total kerugian yang mereka rasakan berpuluh-puluh juta. Bahkan sulit untuk memperkirakan pasti kerugian mereka. Pasalnya perahu dan bagan sendiri biaya pembuatannya terbilang mahal.

“Biaya pembuatan perahu itu sekitar Rp. 40 juta. Sedangkan biaya bagan total Rp. 60 Juta. Itu baru biaya pembuatannya. Belum alat-alat lainnya seperti umpan, jaring dan operasional selama di bagannya sendiri,” lanjut Acep

Namun kini mereka lega karena  Dompet Dhuafa membantu mereka untuk mampu menyambung hidup lewat bantuan-bantuan tersebut.

Kini mereka, berharap bisa kembali segera ke laut dan menafkahi keluarga. Kangen sama suara percikan air ketika ikan ditangkap.

“Kangen makan bareng ketika menunggu di bagan. Banyak kangen-kangennya deh,” tutup Acep, demikian dikutip Fajar, dari tim Dompet Dhuafa.

 

Advertisement