Peralihan Musim, BPBD Yogyakarta Siagakan Tim di Titik Rawan Bencana

Ilustrasi Banjir di jalan-jalan utama di Yogyakarta (28/11), bagian dari musibah akibat siklon tropis Cempaka yang melanda sebagian wilayah Indonesia (foto:Tribun)

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyiagakan tim reaksi cepat untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi menjelang masa pancaroba.

Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta Juni Putra Nugraha mengatakan BPBD menyiagakan tim reaksi cepat yang selalu siap kapan saja di sejumlah titik rawan bencana.

“Misalnya di lereng Gunung Merapi terjadi hujan deras yang berpotensi memicu meluapnya banjir di bawah, mereka sudah menginformasikan lebih dulu,” tambah dia.

Selain itu, tim reaksi cepat antara lain disiagakan di Srunen, kawasan lereng Gunung Merapi; Samigaluh di Kulon Progo serta beberapa kawasan perbukitan di Gunung Kidul.

“Untuk di kawasan rawan bencana di Bantul sudah ditangani penuh oleh SAR Linmas Bantul,” kata dia, Rabu (26/9/2018), dilansir laman Antara.

Dia menjelaskan pola kerawanan bencana saat pancaroba tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Kabupaten Sleman masih rawan banjir lahar hujan dan angin kencang, Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul cenderung rawan terdampak pergerakan tanah atau tanah longsor, dan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta rentan menghadapi luapan air sungai dan angin kencang.

Titik-titik yang rawan bencana pun belum banyak berubah menurut Juni. Di Kabupaten Kulon Progo, Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, dan Nanggulan tercatat rawan longsor.

Selain itu titik rawan longsor ada di Kecamatan Gedangsari di Gunung Kidul, Kecamatan Imogiri di Kabupaten Bantul, dan Kecamatan Prambanan di Kabupaten Sleman.

 

Advertisement