Peran Penting Warna pada Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi. (Foto: BNMK 0819/Shutterstock)

JAKARTA – Warna memiliki peran penting dalam membantu tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam tahap perkembangan tersebut, anak membutuhkan stimulasi multisensori, seperti visual, auditori, dan aroma, yang akan diproses oleh otak untuk membangun koneksi baru dan memacu sel-sel otak berkembang lebih banyak.

“Peran warna menjadikan stimulasi tadi lebih mudah untuk dikenali,” ujar Dokter spesialis anak lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Kurniawan Satria Denta, M.Sc., Sp.A, dilansir dari Antara, Kamis (4/5/2023).

Denta yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menjelaskan bahwa perbedaan antara satu warna dengan warna lain akan membuat anak lebih mudah mengenali bentuk, posisi, lingkungan sekitar, serta nuansa.

Selain itu, warna juga dapat menstimulasi perkembangan penglihatan anak karena sel-sel di dalam mata bereaksi terhadap warna dan cahaya.

“Karena ketika bayi lahir, indra itu, kan, enggak langsung bagus, ya. Jadi, mereka harus berkembang di 1000 HPK. Yang bisa bikin berkembang adalah stimulasi tadi dan warna adalah salah satunya,” tuturnya.

Denta juga menekankan bahwa warna berperan penting terhadap kesehatan mental anak karena emosi anak dipengaruhi oleh stimulasi yang ia terima.

Jika stimulasi tidak berjalan dengan baik, baik itu stimulasi warna atau stimulasi suara, anak mungkin tidak bisa mengekspresikan emosinya dengan baik dan bisa merasa frustasi.

“Ketika stimulasinya tidak berjalan dengan baik, mau stimulasi warna atau stimulasi suara, anak jadi tidak bisa mengekspresikan dengan baik emosinya. Ketika dia tidak bisa mengekspresikan emosi dengan baik karena stimulasi yang kurang tadi, maka dia bisa frustasi,” jelas Denta.

Oleh karena itu, memberikan stimulasi warna yang tepat sejak dini sangat penting bagi tumbuh kembang anak.

Denta merekomendasikan agar orang tua memberikan stimulus visual melalui warna yang sesuai dengan tahap perkembangan anak dan memperhatikan preferensi warna anak yang berbeda-beda.

Dalam rangka menstimulasi bayi, Denta menyarankan untuk tidak menggunakan terlalu banyak warna karena bayi hanya membutuhkan warna untuk membedakan objek dengan baik.

“Dan, pemahaman bayi seringnya adalah warna-warna yang jelas seperti merah, putih, biru, kuning. Jadi, belum perlu memperkenalkan warna tosca atau hijau sage,” ujarnya.

Setelah anak bisa bicara dan mengekspresikan kebutuhannya, Denta mengimbau orang tua untuk mengajak anak berdiskusi tentang warna yang lebih luas lagi, dan membiarkan anak ikut serta dalam kegiatan mewarnai tembok dan sejenisnya.

“Ketika anak sudah bisa ngomong, sudah bisa mengekspresikan kebutuhannya, baru bisa kita ajak diskusi, dia mau warna apa? Kadang anak itu malah pengin ikutan mewarnai tembok segala macam,” tuturnya.

Advertisement