
PERANG dalam skala besar antar seteru bebuyutan, milisi Hamas dukungan Iran yang berpangkalan di Lebanon melawan Israel agaknya sudah di depan mata.
Hal itu, seperti dilaporkan AFP, tercermin dari rapat kabinet keamanan yang digelar oleh PM Israel Benyamin Netanyahu, Minggu (25/8) pukul 07.00 waktu setempat (pukul 11.00 WIB).
Militer Israel (IDF) juga sedang melancarkan serangan pre-emptive di Lebanon setelah mendeteksi adanya persiapan serangan berskala besar oleh kelompok Hezbollah yang berbasis di negeri itu.
Sebelumnya IDF dilaporkan telah memperingatkan warga untuk bersiap-siap menghadapi serangan rket, rudal dan pesawat tak berawak atau drone yang diluncurkan oleh Hezbollah.
“Kami sedang memantau persiapan Hezbollah yang akan melancarkan serangan berskala besar terhadap wilayah Israel di dekat rumah anda. Kalian berada dalam bahaya. Kami sedang menyerang dan melenyapkan ancaman Hezbollah,” ucap militer Israel dalam pesan berbahasa Arab ditujukan pada penduduknya di perbatasan dengan Lebanon selatan.
“Penduduk atau siapa pun yang berada di dekat wilayah operasi Hezbollah segera meninggalkan lokasi tersebut demi keelamatan diri dan keluarga mereka,” demikian pesan militer Israel di Telegram yang dikutip dari AFP.
Dalam sebuah pernyataan terpisah yang dirilis tak lama sebelum pukul 05.00 pagi waktu setempat, militer Israel mengatakan, jet-jet tempurnya menyerang target-target di Lebanon “yang menjadi ancaman langsung” bagi warga Israel.
Dalam sebuah tayangan video yang dirilis pada saat yang sama, Jubir Militer Israel Daniel Hagari mengingatkan, Hezbollah akan segera menghujani wilayah Israel dengan roket, rudal serta UAV (drone).
Mulai lancarkan serangan
Minggu (25/8), Hezbollah membuktikan ucapannya, dengan menembakkan tidak kurang 320 roket ke 11 pangkalan udara di Israel utara sebagai balasan atas tewasnya salah satu komandan mereka, Fuad Shukr di wilayah Lebanon Juli lalu
Pihak Hezobllah mengklaim, serangan pertama mereka kali ini berhasil sepenuhnya, sebaliknya belum ada reaksi dari pihak Israel tentang serangan tersebut.
Hezbollah, milisi Islam Syiah dukungan Iran yang berbasis di Lebanon dibentuk pada 1982. Saat ini beranggotakan sekitar 30.000 orang anggota tetap dan 20-ribu cadangan bahkan mengklaim beranggotakan 100-ribu orang.
Sebagian persenjataannya seperti roket, drone dan rudal dipasok dari Iran, dibei dari pasar gelap di Eropa atau peninggalan Uni Soviet seperti sejumlah tank lawas T-55 atau T-72 rudal anti tank Kornet dan Sagger.
Menghadapi Israel, kekuatan utama Hezbollah adalah ribuan roket, mulai dari Katyusha dan Grad 21 eks Uni Soviet dan buatan Iran seperti Raad dan Fateh yang bisa menjangkau ratusan km ke wilayah Israel.
Hezbollah juga memiliki rudal-rudal anti tank Kornet dan Sagger eks Uni Soviet, juga pesawat tak berawak Ayoub dan Mersad serta Shaheed buatan Iran.
Sebaliknya, IDF berkekuatan sekitar 170 ribu personil tetap dan 465-ribu cadangan, AD-nya didukung 1.370 tank termasuk 500-an Merkava produksi lokal dan 6.135 kendaraan lapis baja, sekitar 1.000 pucuk artileri medan dan 650 meriam swagerak serta 48 satuan roket atau rudal.
AU Israel mengoperasikan 612 aneka pesawat, a.l 246 pesawat tempur buatan AS termasuk 75 unit F-35 Super Lightning, 52 unit F-15 Eagle dan 23 unit F-15 Strike Eagle, 141 unit F-16 Fighting Falcon dan 146 helikopter serang seperti 50 unit UH-60 Black Hawk dan AH-64 Apache (semua buatan AS).
Sedangkan matra kekuatan matra laut Israel didukung 67 unit kapal perang termasuk tujuh jenis korvet, dua kapal cepat rudal dan masing-masing lima kapal patroli dan kapal selam.
Kubah besi
Untuk menghadapi serangan rudal taktis dari musuh-musuhnya, Israel menyiapkan sistem pertahanan udara (hanud) terintegrasi Iron Dome (Kubah Besi), David Slings, sistem rudal Arrow dan rudal anti rudal Patriot buatan AS.
Sejauh ini sistem hanud IDF cukup efektif menangkal serangan ribuan roket yang diluncurkan Hamas sejak bertahun-tahun, serangan Hezbollah dari wilayah Lebanon dan 150-an serangan roket dan rudal dari Iran, April lalu dengan kerugian minim.
Namun jika, perang pecah lagi, sistem hanud IDF bakal kembali diiuji apakah mampu menangkal roket-roket atau rudal yang dilepaskan Hezobllah, Hamas dan Iran jika ditembakkan dengan salvo atau berbarengan.
Kelebihan Hezbollah, dapat melancarkan serangan dari tempat-tempat tersembunyi, dari lubang-lubang perlindungan atau dari wilayah permukiman sehingga menyulitkan Israel.
Sebaliknya, keunggulan Israel ada di kekuatan udara sehingga membuatnya leluasa membombardemen sasaran di darat, dan juga keunggulan teknologi militernya
Tidak perlu diulas siapa yang bakal kalah atau menang jika perang pecah lagi, yang jelas warga sipil pasti jadi tumbalnya. (AFP/Reuters/ns).




