JAKARTA – Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. Sedekah memiliki banyak keutamaan, baik di dunia (sebagai magnet rezeki) maupun di akhirat.
Sedekah tidak selalu berbentuk materi, tetapi bisa dilakukan dengan apa pun yang kita miliki dan mampu berikan kepada orang lain. Kaya atau miskin, sebagai umat Islam, kita wajib mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah. Allah Yang Mahabaik tidak membatasi sedekah kita—besar atau kecil—dan Allah pasti akan membalasnya dengan pahala.
Kualitas Amalan Sedekah
Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Al-Zalzalah ayat 7-8, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”.
Artinya, sedekah kita, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan niat dan tujuan yang baik, akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan atau pahala yang setimpal. Allah, yang Mahaadil, menilai bukan hanya dari besar kecilnya pemberian, tetapi juga dari kualitas ibadah kita.
Contohnya, seorang pengusaha kaya yang bersedekah satu juta rupiah mungkin dianggap kecil baginya. Namun, seorang pekerja dengan penghasilan tak lebih dari lima juta rupiah juga memberikan satu juta rupiah untuk sedekah.
Meski jumlah sedekahnya sama, nilai di hadapan Allah bisa berbeda, karena kesulitan dan perjuangan yang dialami oleh masing-masing orang dalam bersedekah berbeda. Penilaian Allah-lah yang Mahabenar dan Mahaadil. Jumlahnya mungkin sama, tetapi kualitas amalannya bisa berbeda.
Hal ini juga seperti yang disampaikan dalam hadis, “Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham’. Lalu ada yang bertanya, ‘Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?’ Beliau jelaskan, ‘Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan’.” (HR An-Nasai dan Imam Ahmad)
Termasuk saat kita bersedekah dalam keadaan sulit dan kekurangan. Ketika dalam kondisi lapang, mungkin mudah bagi kita untuk bersedekah. Namun, mampukah kita melakukannya saat berada dalam kesulitan?
Bersedekah saat Terhimpit
Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdal. Lalu dijelaskan dalam hadits berikut, “Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR An-Nasai)
Beberapa ulama menafsirkan hadits ini sebagai penegasan tentang betapa utamanya orang yang bersedekah dalam keadaan sulit. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa sedekah yang dimaksud adalah sedekah dengan hati yang lapang dan penuh kecukupan.
Jika kita menunggu sampai mapan dan merasa cukup, manusia mungkin tidak akan pernah merasa puas. Manusia selalu mencari dan mengejar lebih. Maka, saat kita dalam kesulitan, itulah ujian sebenarnya. Dalam hidup, manusia akan selalu diuji.
Allah SWT berfirman, ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS Al Ankabut: 2-3)
Yang membuat manusia berharga di hadapan Allah bukanlah semata-mata jumlah harta yang dimiliki, melainkan kualitas amal, bagaimana ia menghadapi ujian, dan tetap istiqomah bersedekah dalam kondisi apa pun.
Saat berlebih, ia berbagi dengan kelebihannya. Saat terhimpit, ia tetap berbagi sesuai kemampuannya. Umat Islam yang beriman dan bertawakal akan merasakan kenikmatan dan kemudahan dalam melaksanakan sedekah. Bagi mereka, tidak ada yang lebih berharga daripada balasan Allah kelak berupa surga, tempat kebahagiaan sejati yang abadi.
“Di dalam Surga kamu memperoleh apa (segala kenikmatan) yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa (segala kenikmatan) yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Fushshilat: 31-32)
Dalam hadis lain juga disebutkan bahwa sedekah bisa menjadi penolak bala bencana. Betapa Allah SWT sangat menyayangi umat-Nya, hingga perintah untuk beribadah pun diganjar dengan berbagai manfaat dan kebaikan yang berlipat ganda.




